Upaya menciptakan generasi muda yang mandiri dan berakhlak mulia terus digencarkan oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah.
Dalam forum strategis Upgrading Pengelola LKSA Muhammadiyah se-Kota Surabaya, diperkenalkan sebuah inovasi program unggulan bertajuk Student Center Nyai Walidah.
Acara yang terinisiasi oleh Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya ini berlangsung pada Sabtu (20/12/2025).
Lebih lanjut, kegiatan ini bertempat di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE), Jalan Teluk Mandar No. 32, Kota Malang. Adapun forum ini terhadiri oleh puluhan pengelola panti asuhan dari seluruh Surabaya.
Jembatani Kesenjangan Pendidikan
Kepala LKSA Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan, Fitria Leliana, dalam paparannya menjelaskan bahwa Student Center Nyai Walidah lahir sebagai solusi atas tantangan pendidikan yang dihadapi anak-anak asuh.
Program ini terancang untuk memberikan peluang belajar yang setara melalui fasilitas dan pendampingan yang mumpuni.
“Tujuan utama kami adalah memberikan kesempatan belajar nonformal kepada anak-anak yang kurang beruntung. Kami ingin mereka mendapatkan pelajaran ekstra guna menunjang apa yang telah didapatkan di sekolah formal” ujar Fitria Leliana.
Keunggulan dari Student Center Nyai Walidah terletak pada model pembelajarannya yang kolaboratif. Program ini melibatkan dua elemen pengajar utama:
- Guru Tetap: Menjamin keberlanjutan dan stabilitas kurikulum.
- Guru Tamu: Berasal dari berbagai lembaga profesional serta komunitas relawan yang membawa semangat inovasi.
Harapan Masa Depan
Para fasilitator ini memberikan pembelajaran yang komprehensif, mencakup aspek akademik (penguatan mata pelajaran sekolah) maupun non-akademik (soft skills, pengembangan bakat, dan karakter).
Seluruh kegiatan telah tersusun dalam jadwal yang terstruktur untuk memastikan setiap anak mendapatkan bimbingan yang optimal.
Melalui Student Center Nyai Walidah, LKSA berharap anak-anak di lingkungan panti tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kemandirian hidup dan fondasi akhlak yang kokoh.
Harapannya, program ini dapat menjadi pilot project bagi pengelolaan pendidikan berbasis komunitas di lingkungan Muhammadiyah Surabaya.
Dengan adanya fasilitas dan fasilitator yang berdedikasi, Student Center Nyai Walidah optimistis mampu mencetak generasi emas yang siap bersaing dan berkontribusi positif bagi masyarakat di masa depan.






0 Tanggapan
Empty Comments