Menguatkan mutu pendidikan tak cukup hanya dengan wacana, tetapi perlu langkah nyata dan kolaboratif. Itulah yang dilakukan SD Muhammadiyah (SDM) 18 Surabaya melalui kegiatan studi banding program unggulan pada Selasa (10/2/2026).
Kegiatan bertajuk Studi Banding Program ICP dan Tahfidz ini dilaksanakan di dua sekolah rujukan, yakni SD Muhammadiyah 4 Pucang untuk pendalaman International Class Program (ICP) dan SD Muhammadiyah 29 Surabaya untuk penguatan Program Tahfidz Al-Qur’an.
Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 18 Surabaya, Ach. Barizi, didampingi wakil kepala sekolah, tim kurikulum, dan ISMUBA. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar strategis sekolah dalam memperkuat kualitas akademik sekaligus karakter Islami peserta didik.
Di SD Muhammadiyah 4 Pucang, rombongan disambut oleh Kepala Sekolah Edy Susanto. Dalam arahannya, ia menegaskan tiga kunci utama keberhasilan sekolah: branding yang kuat, SOP yang jelas dan konsisten, serta inovasi berkelanjutan.
“Branding membangun kepercayaan masyarakat, SOP menjaga kualitas sistem, dan inovasi menjadi ruh agar sekolah tidak stagnan,” ujarnya.
Pemaparan kemudian dilanjutkan oleh Direktur Kurikulum, Siti Zubaidah, yang menjelaskan secara komprehensif pelaksanaan ICP, mulai dari perencanaan kurikulum, strategi pembelajaran bilingual, peningkatan kompetensi guru, hingga sistem evaluasi berbasis standar internasional. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dari tim SD Muhammadiyah 18.
Kunjungan berikutnya dilaksanakan di SD Muhammadiyah 29 Surabaya untuk mendalami Program Tahfidz. Rombongan disambut hangat oleh kepala sekolah dan tim.
Dalam sesi pemaparan profil sekolah, dijelaskan strategi pembinaan hafalan, metode murojaah, sistem target capaian, hingga kolaborasi intensif antara sekolah dan orang tua.
Tim SD Muhammadiyah 18 juga berkesempatan menyaksikan langsung kedisiplinan siswa dalam menyetorkan hafalan Al-Qur’an dengan lancar dan penuh percaya diri.
Studi banding ini bertujuan menggali best practice, memperluas wawasan manajerial, serta mengadopsi strategi yang relevan untuk diterapkan di SD Muhammadiyah 18 Surabaya.
Ach. Barizi menyampaikan harapannya agar hasil kunjungan ini segera ditindaklanjuti dalam program nyata.
“Kami ingin memperkuat sistem sekolah melalui branding yang jelas, SOP yang tertata, dan inovasi berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan generasi unggul secara akademik sekaligus kokoh dalam nilai-nilai keislaman,” tuturnya.
Dengan semangat berbenah dan berinovasi, SD Muhammadiyah 18 Surabaya optimistis melangkah menuju pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.






0 Tanggapan
Empty Comments