Semangat berbagi praktik baik dan memperkuat sinergi antar-cabang Muhammadiyah kembali terjalin. Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gresik Kota Baru (PCM GKB) menerima kunjungan studi tiru dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Blimbing, Sabtu (7/1/2026).
Sejak pukul 09.30 WIB, sebanyak 13 orang rombongan PCM Blimbing tiba di Ruang CAC SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik.
Kehadiran mereka disambut hangat oleh jajaran PCM GKB, yakni Sekretaris PCM GKB Ir. Sugeng, Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Fiqih Risalah, Ph.D., serta Sekretaris Dikdasmen Kaswandi.
Turut hadir pula empat kepala sekolah di bawah naungan Dikdasmen dan PNF GKB, yaitu Kepala SD Muhammadiyah 1 GKB, SD Muhammadiyah 2 GKB, SMP Muhammadiyah 12 GKB, dan SMA Muhammadiyah 10 GKB. Kehadiran para pimpinan amal usaha pendidikan ini memperkaya forum diskusi yang digelar.
Dalam sambutan pembukanya, Sekretaris PCM GKB Ir. Sugeng menyampaikan rasa syukur atas terjalinnya silaturahmi tersebut.
Dia menegaskan, kunjungan seperti ini bukan sekadar agenda formal, tetapi bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat dakwah dan pelayanan Muhammadiyah.
“Kehadiran PCM Blimbing hari ini membawa keberkahan bagi kami. Selain bisa bersilaturahmi, kita juga bisa berdiskusi dengan lebih intens terkait inovasi dan kemajuan dalam berdakwah,” ujarnya.
Menurutnya, kemajuan sebuah cabang tidak dapat dilepaskan dari semangat kolaborasi dan keterbukaan untuk belajar satu sama lain.
Setiap cabang memiliki keunggulan dan tantangan masing-masing, sehingga forum seperti ini menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan dan pengalaman.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PCM Blimbing, A. Fakhrur Rouzi, SH., M.Pd.I. Ia mengungkapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan PCM GKB. Baginya, studi tiru ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas tata kelola organisasi dan amal usaha.
“Kami berharap dari kunjungan ini kami dapat menerapkan apa-apa yang sudah kami dapatkan. Tentunya akan kami sesuaikan dengan ‘gaya ala’ PCM Blimbing,” jelasnya.
Dia menambahkan, setiap cabang memiliki karakter dan kultur masing-masing. Oleh karena itu, hasil pembelajaran dari PCM GKB akan diadaptasi sesuai kebutuhan dan kondisi di Blimbing.
Usai sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan forum diskusi yang dibagi menjadi dua kelompok. Pembagian ini dimaksudkan agar pembahasan lebih fokus dan mendalam.
Kelompok pertama yang terdiri dari unsur PCM membahas manajemen pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Dalam forum ini, dibicarakan strategi penguatan kelembagaan, tata kelola administrasi, pengembangan program dakwah, hingga pola sinergi antar-majelis.
Sementara itu, kelompok kedua yang terdiri dari unsur Dikdasmen dan PNF membahas manajemen sekolah.
Diskusi meliputi pengelolaan kurikulum, inovasi pembelajaran, peningkatan mutu sumber daya manusia, serta strategi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sekolah-sekolah Muhammadiyah.
Dialog berlangsung interaktif. Para peserta saling bertanya, berbagi pengalaman, sekaligus mendiskusikan tantangan yang dihadapi masing-masing cabang.
Suasana diskusi terasa hangat dan produktif, mencerminkan semangat fastabiqul khairat dalam membangun pendidikan dan dakwah Muhammadiyah.
Kegiatan studi tiru ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan cenderamata dari PCM Blimbing kepada PCM GKB sebagai simbol persaudaraan dan komitmen kebersamaan.
Melalui kunjungan ini, kedua cabang berharap terjalin komunikasi yang berkelanjutan, tidak berhenti pada satu pertemuan saja.
Studi tiru menjadi pintu awal untuk membangun jaringan kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah.
Dengan semangat saling belajar dan berbagi praktik baik, PCM Blimbing dan PCM GKB menunjukkan bahwa kemajuan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan internal, tetapi juga oleh keterbukaan untuk tumbuh bersama. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments