Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Studi Tiru Sukses: PCM Tegal Barat Belajar dari Kemajuan Pesat PCM Cakru di Pelosok Jember

Iklan Landscape Smamda
Studi Tiru Sukses: PCM Tegal Barat Belajar dari Kemajuan Pesat PCM Cakru di Pelosok Jember
pwmu.co -
Anggota Pleno PCM Cakru dan PCM Tegal Barat berpose bersama (Bambang Adam Malik/PWMU. CO)
Anggota Pleno PCM Cakru dan PCM Tegal Barat berpose bersama (Bambang Adam Malik/PWMU. CO)

PWMU.CO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, melakukan kunjungan studi tiru ke PCM dan PCA Cakru, Jember, Jawa Timur, (12/07/2025).

Pada acara ini tutur hadir Anggota Pleno PCM dan PCA Cakru, Ketua ORTOM tingkat Cabang, Kepala PAUD, TK ABA, MIM se Cabang Muhammadiyah Cakru, Kepala SMP Muhammadiyah 8 Cakru, Kepala SMK Muhammadiyah 5 Jember, dan rombongan dari Tegal Barat, berjumlah 14 orang anggota pleno PCM dan Perwakilan PCA Tegal Barat, datang untuk mempelajari rahasia di balik kemajuan pesat PCM Cakru yang terletak di pelosok desa, sekitar 60 km dari pusat kota kabupaten.

Acara silaturahmi yang hangat ini digelar di Ruang Pertemuan lantai 2 SMK Muhammadiyah 5 (SMK MULIA) Jember. Ketua PCM Tegal Barat, Kisbianto SAg MM dalam sambutannya mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan signifikan PCM Cakru meskipun lokasinya terpencil.

Mengenal Lebih Dekat PCM Cakru: Sejarah, AUM, dan Keunikan Kaderisasi

Ketua PCM Cakru, H Syamsul Arifin SP MM dalam sambutannya menyampaikan menyambut baik kunjungan ini dan memaparkan perjalanan serta aset Muhammadiyah di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa di Kecamatan Kencong, Jember, terdapat dua PCM, yakni PCM Kencong dan PCM Cakru.

Awalnya, PCM Cakru membawahi empat desa: Cakru, Kraton Paseban, dan Padomasan, dengan enam ranting. Namun, seiring berjalannya waktu dan pembentukan Cabang Jombang pada periode kepemimpinan 2015-2022, Ranting Padomasan diikhlaskan untuk bergabung dengan Cabang Muhammadiyah Jombang, meskipun Aisyiyahnya masih berafiliasi dengan Cabang Aisyiyah Cakru.

PCM Cakru memiliki organisasi otonom (ORTOM) meliputi Aisyiyah, Hisbul Wathan, Tapak Suci Putra Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Dari segi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), PCM Cakru patut berbangga dengan kepemilikan 2 PAUD, 6 TK ABA, 1 SMP, 1 SMK, 1 pesantren, 7 masjid, dan 32 musholla. Dengan total 144 guru dan 1.881 siswa, geliat pendidikan Muhammadiyah di Cakru sangat terasa.

Selain itu, PCM Cakru juga mengelola aset tanah wakaf yang luas, mencapai 30 hektar di tingkat cabang dan 4 hektar di tingkat ranting. Proses pengkaderan di Cakru dilakukan secara menyeluruh melalui ortom, guru, dan keluarga. Guru-guru yang mengabdi di Muhammadiyah diwajibkan mengikuti kegiatan Muhammadiyah atau ortom, serta diharapkan berperan aktif di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dua Pilar Utama Kemajuan PCM Cakru: Kekeluargaan dan Kedermawanan

Anggota Pleno PCA Cakru dan PCA Tegal Barat berpose bersama (Bambang Adam Malik/PWMU.CO)
Anggota Pleno PCA Cakru dan PCA Tegal Barat berpose bersama (Bambang Adam Malik/PWMU.CO)

H Syamsul Arifin menyoroti dua kekhasan utama yang menjadi kunci kemajuan PCM Cakru sebagai berikut.

1. Kekeluargaan yang Kental: Unsur kekeluargaan sangat melekat di PCM Cakru. Banyak pasangan suami istri, anak, dan menantu yang aktif menjadi pimpinan, baik di Muhammadiyah maupun di ortom yang ada. Hal ini menciptakan suasana yang harmonis dan solid dalam berorganisasi.

2. Kedermawanan dan Semangat Tinggi: Semangat kedermawanan warga Muhammadiyah Cakru sudah tertanam sejak leluhur mereka. Setiap ada program yang membutuhkan dana besar, warga selalu antusias memberikan bantuan. Ini terbukti dari peninggalan tanah wakaf yang luas, serta pembangunan ulang Masjid Assholihin Cakru, yang merupakan masjid legendaris yang telah berdiri sejak tahun 1935. Masjid yang merupakan embrio Muhammadiyah di Jember Barat, yang dikelola Ranting Muhammadiyah Cakru. Pembangunan ulang Masjid ini yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian telah menyerap dana sebesar Rp 2,7 miliar, dana tersebut seluruhnya berasal dari swadaya murni warga Muhammadiyah dan simpatisan.

Di akhir sambutannya, H Syamsul Arifin berharap agar tali silaturahmi yang terjalin tidak terputus, melainkan terus berlanjut di masa mendatang. Acara ditutup dengan ramah tamah, di mana para tamu dan tuan rumah disuguhi hidangan khas Cakru yang menggugah selera: kuthuk (ikan gabus) pedas. Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi PCM Tegal Barat untuk terus mengembangkan dakwah Muhammadiyah di wilayahnya. (*)

Penulis Bambang Adam Malik Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡