Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sudahkah Kita Adil kepada Orang-Orang di Sekitar Kita?

Iklan Landscape Smamda
Sudahkah Kita Adil kepada Orang-Orang di Sekitar Kita?
pwmu.co -
Wahyudi Kholilulloh . (Istimewa/PWMU.CO)
Wahyudi Kholilullah, Anggota Bidang Kader PC IMM Kota Surabaya sekaligus Presiden mahasiswa UM Surabaya 2024-2025. (Istimewa/PWMU.CO)

Penulis Wahyudi Kholilulloh – Anggota Bidang Kader PC IMM Kota Surabaya sekaligus Presiden mahasiswa UM Surabaya 2024-2025

PWMU.CO – Di tengah pesatnya perkembangan digital yang membawa perubahan dinamis dalam berbagai aspek kehidupan, masyarakat luas — khususnya mereka yang terbatas dalam sektor ekonomi — kerap kali luput dari perhatian kita. Ketimpangan sosial masih menjadi kenyataan pahit yang harus dihadapi banyak orang. Transformasi digital yang menjanjikan kemudahan dan kemajuan sering kali hanya dirasakan oleh segelintir kelompok atau individu, sementara sebagian besar lainnya tertinggal dan berjuang dalam keterbatasan.

Melihat kondisi tersebut, saya meyakini bahwa sudah seharusnya kita menjadikannya sebagai perhatian bersama. Kita perlu membangun kembali semangat gotong royong, saling bahu membahu, dan mengambil peran aktif dalam membantu mereka yang masih bergelut dengan berbagai kesulitan di berbagai sektor kehidupan.

Jika kita cermati, masih banyak bapak dan ibu yang harus bekerja serabutan demi bertahan menghadapi kerasnya kehidupan. Di sisi lain, anak-anak mereka juga memiliki harapan yang sama untuk dapat mengenyam pendidikan, sebagaimana anak-anak lainnya. Namun, harapan dan keinginan mereka sering kali terhempas jauh dari kenyataan. Kondisi ini kerap memaksa mereka untuk mengubur impian bersekolah dan memilih turun langsung bekerja demi membantu menghidupi keluarga.

Sebagai pihak yang dianggap memiliki kemampuan untuk berpikir lebih jauh ke depan, sudah sepatutnya kita meluangkan waktu dan tenaga untuk mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan. Ada banyak cara yang dapat kita lakukan di tengah sulitnya situasi mencari jalan keluar. Salah satu contoh sederhana, kita dapat membantu mereka dengan memfasilitasi akses pendaftaran beasiswa, yang kini tersedia dari berbagai program pemerintah maupun lembaga swasta.

Demikian pula dalam aspek kesehatan, masyarakat dari golongan menengah ke bawah mayoritas belum sepenuhnya memperoleh akses terhadap layanan kesehatan yang layak. Bahkan, tidak sedikit di antara mereka yang belum mengetahui adanya fasilitas kesehatan gratis yang sebenarnya dapat mereka manfaatkan.

Ajaran Islam

Ajaran Islam tidak hanya terbatas pada aspek ibadah ritual seperti shalat, puasa, zakat, dan haji, tetapi juga mencakup prinsip-prinsip yang dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat secara luas. Sebagai agama yang memiliki panduan hidup yang komprehensif, Islam menekankan pentingnya keadilan sosial, kesejahteraan masyarakat, dan kedamaian yang melampaui batasan individu.

Peduli terhadap sesama adalah salah satu nilai utama dalam ajaran Islam, yang tercermin dalam banyak hadits dan ayat Al-Qur’an yang mendorong umatnya untuk saling menolong dan berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Islam mengajarkan bahwa setiap individu bertanggung jawab atas kesejahteraan orang lain, dan kesejahteraan masyarakat merupakan bagian integral dari ibadah.

Dengan demikian, ajaran Islam mengajak umatnya untuk aktif dalam kegiatan sosial yang tidak hanya terbatas pada doa dan ibadah pribadi, tetapi juga berfokus pada perbaikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Islam juga dikenal sebagai agama yang inklusif, yang berarti bahwa ajaran-ajarannya mencakup berbagai aspek kehidupan yang relevan untuk semua lapisan masyarakat. Islam memandang setiap individu, tanpa memandang status sosial, etnis, atau latar belakang ekonomi, sebagai bagian dari satu umat yang saling terkait.

Dalam konteks ini, Islam tidak hanya mengajarkan toleransi, tetapi juga mengajak umatnya untuk berpartisipasi dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, di mana setiap orang merasa dihargai dan diperhatikan.

Prinsip Dasar Islam

Lebih lanjut, Islam menunjukkan sikap yang progresif dalam menghadapi tantangan zaman. Ajaran Islam tidak kaku dan tidak terjebak dalam konservatisme, tetapi malah mengajarkan umatnya untuk terus beradaptasi dan berkembang, sejalan dengan perubahan zaman.

Prinsip-prinsip dasar Islam, seperti keadilan, kesetaraan, dan kesejahteraan, tetap relevan dalam menghadapi masalah-masalah modern seperti kemiskinan, ketidakadilan, dan diskriminasi. Oleh karena itu, Islam mendukung kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, selama hal itu dilakukan untuk kebaikan umat manusia.

Dengan demikian, Islam memiliki potensi besar untuk tidak hanya memberikan arah dalam kehidupan spiritual, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan masyarakat yang adil, sejahtera, dan progresif. Islam mengajarkan bahwa kesejahteraan spiritual dan material harus berjalan beriringan, dan setiap individu memiliki tanggung jawab untuk berperan aktif dalam mewujudkan keduanya.

Maka dari itu, semoga dengan adanya tulisan ini bisa menjadi refleksi untuk kita semua dalam implementasi semangat Al-maun yang memiliki kandungan makna dalam aspek sosial dalam kehidupan yang senantiasa kita harapkan semuanya bisa mendapatkan kesempatan yang layak dan bisa menjadi penunjang spirit kita dalam beribadah. (*)

Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu