
PWMU.CO – Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Muhammadiyah Kabupaten Malang terus berupaya mewadahi bakat dan potensi kader untuk terus berkarya.
Baru-baru ini, LSBO Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang merilis sebuah karya berupa Buku Antologi Puisi dan Esai dalam Muhammadiyah. Kegiatan launching buku ini diselenggarakan di SD Muhammadiyah 8 (SD Mapan) Dau, Kabupaten Malang, pada Rabu (28/5/2025).
Agenda tersebut juga menjadi ajang konsolidasi serta penyampaian usulan program dari sekolah-sekolah dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) lainnya di bawah naungan Muhammadiyah Kabupaten Malang.
“Launching Antologi Esai dan Puisi ini merupakan hasil kerja keras semua pihak yang telah ikhlas berfastabiqul khairat. Seluruh penulis, guru, siswa, dan siapa pun yang telah turut menggoreskan tintanya, Insyaallah akan tercatat dalam buku sejarah Muhammadiyah,” ujar mantan Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Malang, Santoko, di sela-sela acara.
Ia juga menyampaikan bahwa Legacy, warisan pemikiran, kisah, cerita, serta haru biru kehidupan kita di Muhammadiyah, akan terus dibaca, dikenang, dan dirasakan oleh anak cucu kita kelak, selama dapat kita dokumentasikan dengan baik.
“Hari ini menjadi bukti nyata dari kesungguhan kita semua,” imbuhnya.
Bakal Gelar Muhammadiyah Fest 2025
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pada bulan November 2025 mendatang, LSBO Kabupaten Malang akan kembali menggelar Muhammadiyah Fest 2025.
“Insyaallah, pada November nanti kami akan kembali menggelar Muhammadiyah Fest 2025 sebagai wadah untuk mengakomodasi usulan program dari seluruh AUM se-Kabupaten Malang,” tandas pria asal Kecamatan Wagir ini.
Sebagai informasi, Muhammadiyah Fest 2025 merupakan ajang tahunan kompetisi dan apresiasi seni budaya yang diselenggarakan oleh LSBO PDM Kabupaten Malang.
Festival ini digelar bertepatan dengan peringatan Milad Muhammadiyah. Beragam kompetisi seperti fotografi, videografi, penulisan cerpen, esai, dan puisi akan menjadi bagian utama dari rangkaian acara.
Tak hanya menghadirkan kompetisi, LSBO Kabupaten Malang juga akan merilis film dokumenter tentang tokoh-tokoh Muhammadiyah Kabupaten Malang, yang proses pembuatannya telah dimulai sejak tahun 2024 lalu.
“Insyaallah, kami akan segera merilis film dokumenter tokoh-tokoh Muhammadiyah di Malang. Beberapa tokoh sudah menyatakan kesediaannya, seperti Pak Manan, misalnya,” pungkas ayah tiga anak ini. (*)
Penulis Abdur Rasyid Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments