Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Suli Da’im dan Rektor UM Surabaya Soroti Krisis Mental Anak Muda

Iklan Landscape Smamda
Suli Da’im dan Rektor UM Surabaya Soroti Krisis Mental Anak Muda
pwmu.co -
Suli Da’im dan Dr Mundakir dalam podcast bersama PWMUTV (Screenshot YouTube PWMUTV)

PWMU.CO – Lonjakan kasus bunuh diri di kalangan remaja dan usia produktif di Jawa Timur menjadi sorotan serius dalam Podcast Podium bertajuk “Kesehatan Mental Anak Muda Jawa Timur” yang ditayangkan di kanal YouTube PWMUTV.

Acara tersebut menghadirkan dua narasumber penting: Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Suli Da’im, dan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dr. Mundakir.

Masalah kesehatan mental disebut kian mendesak, seiring meningkatnya tekanan ekonomi, sosial, dan keluarga yang dialami banyak anak muda.Data Survei Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa Jawa Timur mencatat peningkatan angka bunuh diri sebesar 36,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2021. Jumlahnya mencapai 128 kasus, tertinggi kedua secara nasional setelah Bali.

Suli Da’im menilai bahwa peningkatan kasus ini harus menjadi alarm bagi pemerintah dan lembaga terkait. Ia menyoroti tidak adanya regulasi khusus yang mengatur pendidikan kesehatan mental dalam Undang-Undang Pendidikan saat ini.

“Regulasi yang ada masih bersifat umum dan belum menjangkau masalah mendalam terkait psikologis pelajar dan mahasiswa,” katanya.

“Perlu ada ruang-ruang representatif untuk menangani masalah kesehatan mental. Pemerintah harus hadir langsung melalui penguatan dan pendampingan, baik di lembaga pendidikan maupun sosial,” imbuh politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Suli juga mengusulkan pembentukan ruang curhat yang terintegrasi antara Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan.Ia mencontohkan lembaga Muhammadiyah Welfare Home di Singapura, sebuah boarding center bagi anak-anak bermasalah, yang bisa menjadi inspirasi dalam membangun fasilitas serupa di Indonesia.

Ia meyakini bahwa pembentukan fasilitas penanganan kesehatan mental tidak membutuhkan anggaran besar.

“APBD Jawa Timur cukup meng-cover. Tinggal bagaimana political will dari Pemprov untuk serius menangani ini,” ujarnya.Sementara itu, Dr. Mundakir menekankan bahwa bunuh diri bukanlah kejadian yang muncul tiba-tiba.

“Itu akumulasi dari tekanan panjang. Biasanya diawali dari kegagalan dalam mengelola emosi,” ungkapnya.

Mundakir mencontohkan mahasiswa yang bunuh diri akibat patah hati atau menjadi korban perundungan.

Menurutnya, tekanan psikologis yang tidak tersalurkan membuat mereka kehilangan harapan hidup.“Faktor keluarga sangat menentukan. Ketika keluarga tidak nyaman, tidak ada tempat berbagi, maka tekanan itu bisa membahayakan,” lanjutnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Mundakir menyebut fenomena generasi stroberi, yaitu generasi yang tampak cerah di luar namun rapuh di dalam. Generasi ini mudah jengkel, sakit hati, dan tidak tahan tekanan.

Terlebih lagi, media sosial memperburuk keadaan karena di ruang digital, seseorang bisa sangat berani, tapi saat bertemu realitas, mereka tidak siap menghadapinya.

Untuk itu, Mundakir menawarkan pendekatan holistik dengan membangun ketahanan keluarga, menghapus stigma terhadap layanan kesehatan jiwa, dan memperluas akses layanan yang tidak melulu formal.

“Sekarang banyak orang enggan datang ke layanan formal karena merasa malu atau takut distigma. Kita bisa membuka ruang telekonseling, komunitas remaja sehat, hingga pusat konseling di kampung-kampung,” jelasnya.

Mundakir juga menegaskan pentingnya edukasi publik bahwa gangguan mental bukanlah aib.Ia mendorong pemerintah untuk menggandeng perguruan tinggi dalam penanganan isu ini.

“Kampus punya banyak pakar. Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi bisa menghasilkan model penanganan yang ilmiah dan kontekstual,” ujarnya.

Keduanya sepakat bahwa masalah kesehatan mental sangat erat kaitannya dengan bonus demografi.Jika generasi muda tidak kuat secara mental, maka potensi besar ini justru bisa menjadi bencana. Oleh karena itu, langkah cepat, terstruktur, dan kolaboratif lintas sektor menjadi sangat penting. (*)

Simak dialog lengkap di link ini: https://www.youtube.com/watch?v=5q4TO5yH72I

Penulis Agus Wahyudi Editor Wildan Nanda Rahmatullah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu