Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) II Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik menghadirkan Prof. Dr. Syamsul Sodiq M.Pd yang menegaskan pentingnya kepemimpinan profetik sebagai fondasi dalam mengelola persyarikatan.
Dengan nuansa sejuk Kota Batu, Rakerpim periode 2022–2027 kali ini bertempat di Royal Hotel dan Villa Batu, Sabtu–Ahad (20–21/9/2025).
Syamsul hadir sebagai pembuka materi rapat kerja yang membahas tentang kepemimpinan profetik dalam mengelola persyarikatan. Hal ini sesuai dengan tema rapat kerja, yaitu Memperkokoh Kepemimpinan Perempuan Mencerahkan Peradaban Bangsa.
Anggaran Dasar Muhammadiyah Pasal 7 menyebutkan bahwa Muhammadiyah memberi rambu-rambu menjadi seorang pemimpin yang profetik.
“Apakah yang disebut kepemimpinan profetik?”
Beberapa jawaban dari peserta menyebutkan bahwa kepemimpinan profetik mengacu pada kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW.
“Kepemimpinan profetik adalah seorang pemimpin yang memiliki sifat sidiq, amanah, tabligh, fathonah,” kata Fiaduz Zakiyah, salah satu peserta Rakerpim.
Syamsul juga menguatkan dengan mengutip tulisan di kalender 2025 bulan Januari yang merupakan kutipan Suara Muhammadiyah tahun 1939 bahwa dalam kepemimpinan profetik setiap melakukan rapat, pertemuan, sidang tidak boleh terlambat, harus tepat waktu.
“Dengan melaksanakan kegiatan tepat waktu, seperti yang tertera di undangan, bisa mengangkat derajat umat Islam yang tengah terpuruk,” jelas Syamsul mengutip tulisan KH Mas Mansur.
Bertemunya antara ucapan dan tindakan adalah ciri pemimpin Muhammadiyah dan Aisyiyah.
“Pemimpin profetik tidak hanya berucap tetapi juga melakukan apa yang diucapkan,” imbuh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gresik itu.
Ciri Orang Muhammadiyah
Selain itu, dosen Universitas Negeri Surabaya ini juga mengutip tulisan Ustadz Goffar Ismail, yang menyebutkan ciri orang Muhammadiyah.
Ciri itu dapat ditemui pada orang yang beriman kepada Allah Swt, tindakan dan ibadahnya berdasar Al-Qur’an dan hadis, beriman kepada Nabi Muhammad SAW, dan bersaudara dengan semua muslim.
Syamsul juga mengulas tentang empat sifat Rasulullah, yakni sidiq, amanah, tabligh, dan fathonah yang merupakan kepribadian pemimpin profetik.
- Sidiq: jujur, berintegritas, semangat, optimis. Orang yang jujur akan merasa ringan, tidak ada yang disembunyikan. Kesadaran diri menjadi yang lebih baik.
- Amanah: dapat dipercaya, bertanggung jawab, konsisten, komitmen, menggembirakan. Perspektif moral yang diakui secara moral.
- Tabligh: menyampaikan, komunikatif, memiliki solidaritas yang tinggi. Mempunyai empati kepada orang lain, kemampuan berkolaborasi, sinergi, berbagi, menghargai, terbuka, penuh peduli, serta transparan dalam berkomunikasi.
- Fathonah: cerdas, kreatif, inovatif. Ada contoh tetapi tidak berhenti dicontoh. Harus dikembangkan, visioner, progresif, mencerahkan, dan seimbang.
Sebagai penutup, Syamsul menyebut kalimat mutiara: rendahkanlah dirimu sebelum orang lain merendahkanmu.
“Sebagai pemimpin kita harus memiliki sifat rendah hati. Jika kita tidak bisa rendah hati, orang lain akan merendahkan kita,” tutupnya.






0 Tanggapan
Empty Comments