Kepemimpinan profetik menjadi sorotan utama dalam Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) II Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik, saat Prof. Dr. Syamsul Sodiq M.Pd mengingatkan pentingnya meneladani karakter Rasul dalam mengelola persyarikatan
Kegiatan yang mengangkat tema Implementasi Kepemimpinan Profetik dalam Mengelola Persyarikatan ini berlangsung di Royal Hotel and Villa Batu, Sabtu–Minggu (20–21/9/2025).
Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa kepemimpinan profetik merupakan model kepemimpinan yang bersumber dari risalah Islam berkemajuan. Kepemimpinan ini tidak hanya berhenti pada konsep akademik, tetapi harus dibumikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Islam tidak sekadar tertulis dalam Al-Qur’an, tetapi harus tampak nyata dalam ucapan, tindakan, kebiasaan, hingga kepribadian kita,” ujarnya.
Meneladani Karakter Rasul
Syamsul menjelaskan, kepribadian profetik berpijak pada karakter wajib Rasul, yaitu siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebenaran), dan fathanah (cerdas).
Sebaliknya, seorang pemimpin wajib menjauhi sifat mustahil Rasul, seperti dusta, khianat, menyembunyikan kebenaran, dan bodoh.
“Seorang pemimpin persyarikatan dituntut memiliki keikhlasan, mengutamakan musyawarah, disiplin waktu, serta menjauhkan diri dari sikap sombong dan egois,” tegasnya.
Membumikan Risalah Islam Berkemajuan
Mengutip spirit KH Ahmad Dahlan, Syamsul menekankan bahwa keberislaman harus mewujud dalam perilaku nyata. Risalah Islam Berkemajuan (RIB) menurutnya perlu ditafsirkan dalam bahasa manusia agar mudah dipahami dan diamalkan oleh seluruh anggota persyarikatan.
Ia juga menyinggung pentingnya pemahaman progresif dalam beragama, dari taqlid menuju ittiba’, hingga berani berijtihad. Dengan demikian, warga Muhammadiyah–Aisyiyah dapat terus berkembang dan menjawab tantangan zaman.
Menurut Syamsul, setiap anggota, kader, dan pimpinan Muhammadiyah–Aisyiyah berkewajiban menjaga gerak persyarikatan dengan komitmen yang istiqamah, wawasan luas, serta amaliah unggul. Tujuan akhirnya adalah menjadikan Muhammadiyah–Aisyiyah sebagai gerakan Islam yang benar-benar menjadi rahmatan lil ‘alamin.
“Pemimpin sejati adalah yang rendah hati, siap menerima amanah tanpa mengejar jabatan, dan melaksanakannya demi kemajuan umat serta mencari ridha Allah Swt,” pungkasnya.
Memperkuat Peran Aisyiyah
Rakerpim II PDA Gresik tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga ruang refleksi nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan para pendiri Muhammadiyah.
Dengan menginternalisasi kepemimpinan profetik, Aisyiyah diharapkan semakin kokoh dalam perannya sebagai pilar dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid di tengah masyarakat.
Rakerpim II ini mengangkat tema Memperkuat Kepemimpinan Perempuan Mencerahkan Peradaban Bangsa. Melalui kegiatan ini, peserta diajak berdiskusi tentang apa yang diketahui mengenai kepemimpinan profetik, apa yang diinginkan, dan apa yang telah dipelajari selama 90 menit materi yang disampaikan Syamsul.
Moderator kegiatan, Dr. Idha Rahayuningsih M.Psi, menyampaikan refleksi dari materi tersebut. Ia berharap akan lahir kader-kader pemimpin perempuan yang tangguh, berintegritas, dan siap menebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat sesuai dengan nilai-nilai yang diteladankan oleh Rasulullah SAW.






0 Tanggapan
Empty Comments