Halaman SD Muhammadiyah 16 Surabaya tampak berbeda pada Jumat pagi (6/3/2026). Warna putih mendominasi pemandangan, ketika para siswa dan ustadz-ustadzah memadati halaman hingga selasar lantai dua sekolah memperingati Nuzulul Qur’an melalui acara bertajuk Symphony of the Qur’an.
Dengan busana muslim yang serasi, raut wajah para siswa memancarkan semangat dan keceriaan. Sekolah yang akrab dikenal sebagai Sekolah Kreatif Baratajaya itu menggelar peringatan Nuzulul Qur’an melalui sebuah acara istimewa bertajuk Symphony of the Qur’an.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dibuka dengan penuh semangat oleh guru Andi Widianto, S.Pd. Acara semakin hidup dengan kehadiran Noura Malia dari kelas V Banu Musa yang bertugas sebagai MC dan memandu jalannya kegiatan dengan penuh percaya diri.
Suasana hangat pun semakin terasa ketika Kepala Sekolah Elly Rhodlifah, SH., M.Pd., menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh siswa.
Dalam sambutannya, ia mengajak para siswa memanfaatkan bulan suci Ramadhan untuk memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an.
“Bulan yang suci ini harus kita manfaatkan dengan baik. Selain mengikuti berbagai kegiatan yang disiapkan sekolah, anak-anak juga harus menyempatkan waktu untuk tadarus Al-Qur’an setiap hari,” ujar Elly di hadapan para siswa.
Ajakan tersebut disambut antusias oleh para siswa yang sejak pagi telah berkumpul mengikuti rangkaian peringatan turunnya Al-Qur’an tersebut.
Harmoni Musik Tradisional yang Memikat
Suasana acara semakin semarak ketika sekelompok siswa tampil memainkan alat musik tradisional angklung dan kolintang.
Mereka membawakan sejumlah lagu khas daerah yang akrab di telinga masyarakat seperti “Semanggi Surabaya”, “Rek Ayo Rek”, “Surabaya Oh Surabaya”, “Lenggang Surabaya”, “Tanjung Perak”, hingga “Angin Mamiri”.
Penampilan tersebut berhasil memukau para penonton. Kekompakan para pemain, ketepatan nada, serta ekspresi ceria para siswa menghadirkan nuansa musikal yang merdu dan penuh energi.
Perpaduan seni dan semangat kebersamaan menjadikan pertunjukan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari pembelajaran budaya bagi para siswa.
Qiroah Massal Menggema di Sekolah
Puncak kegiatan Symphony of the Qur’an adalah konser Qiroah Massal yang diikuti seluruh siswa kelas I hingga kelas VI.
Kegiatan ini dipimpin oleh guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Mujib, S.Ag., yang sebelumnya memberikan penjelasan mengenai teknis pelaksanaan serta penggunaan nada Rost dalam membaca Al-Qur’an.
Penjelasan tersebut menjadi pembelajaran berharga bagi para siswa agar mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil dan indah.
Secara bergiliran setiap jenjang kelas membacakan surat pilihan:
Kelas I: Surah Al-Ma’un
Kelas II: Surah Al-Qari’ah
Kelas III: Surah Al-‘Alaq
Kelas IV: Surah Asy-Syams
Kelas V: Surah Al-A’la
Kelas VI: Surah Al-Buruj bersama Surah Al-Qadr
Suara lantunan ayat-ayat suci tersebut menggema dari halaman hingga lorong sekolah. Bacaan yang dilantunkan secara serempak menciptakan suasana religius yang begitu khidmat.
Para guru dan siswa larut dalam kekhusyukan, merasakan kedekatan spiritual yang mendalam dengan Al-Qur’an.
Penghargaan Juara Semarak Ramadhan
Menjelang akhir acara, tibalah momen yang paling dinanti oleh para siswa, yaitu pengumuman pemenang Lomba Semarak Bulan Suci Ramadhan yang telah dilaksanakan sehari sebelumnya.
Satu per satu nama pemenang dipanggil untuk naik ke panggung dan menerima penghargaan berupa sertifikat, trofi, serta merchandise yang diserahkan oleh Wakil Kepala Sekolah Suyono, S.Si.
Para pemenang berasal dari berbagai kategori lomba seperti cerdas cermat, azan, tahfidz, dan dai cilik (dacil). Hampir di setiap jenjang kelas terdapat siswa yang berhasil meraih juara.
Sorak sorai teman-teman mereka menambah semarak suasana ketika para pemenang menerima penghargaan tersebut.
Menanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini
Kegiatan Symphony of the Qur’an bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi juga menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.
Perpaduan antara seni musik, lantunan ayat suci, dan apresiasi terhadap prestasi siswa menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan spiritualitas.
Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah 16 Surabaya kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang kreatif, religius, dan inspiratif.
Di akhir acara, suasana sekolah terasa hangat dan penuh kebersamaan. Lantunan ayat-ayat suci yang masih terngiang seolah menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dicintai, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.





0 Tanggapan
Empty Comments