Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Syukur dalam Islam: Taat dan Menjauhi Maksiat sebagai Kunci Nikmat

Iklan Landscape Smamda
Syukur dalam Islam: Taat dan Menjauhi Maksiat sebagai Kunci Nikmat
Foto: kharchoufa.com
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah
pwmu.co -

Syukur dalam Islam bukan sekadar ucapan, tetapi diwujudkan melalui ketaatan kepada Allah dan menjauhi maksiat. Konsep ini menjadi kunci utama agar nikmat hidup tidak hanya bertambah, tetapi juga tetap terjaga dan penuh keberkahan, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis.

Hakikat syukur bukan sekadar ucapan alhamdulillah di lisan, melainkan terwujud dalam ketaatan kepada Allah dan kesungguhan menjauhi maksiat.

Ibnu Abid Dunya menyebutkan hadits dari ‘Abdullah bin Shalih, ia berkata bahwa telah menceritakan padanya Abu Zuhair Yahya bin ‘Athorid Al Qurosyiy, dari bapaknya, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Allah tidak mengaruniakan syukur pada hamba dan sulit sekali ia mendapatkan tambahan nikmat setelah itu.”

Karena Allah Ta’ala berfirman: “Jika kalian mau bersyukur, maka Aku sungguh akan menambah nikmat bagi kalian.” (QS. Ibrahim: 7)

Al Hasan Al Bashri berkata, “Sesungguhnya Allah memberi nikmat kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Jika seseorang tidak mensyukurinya, maka nikmat tersebut berbalik jadi siksa.”

Oleh karenanya, orang yang bersyukur disebut hafizh, yaitu orang yang menjaga nikmat. Ia tidak hanya menikmati, tetapi juga merawat, mengarahkan, dan menggunakan nikmat itu di jalan yang diridhai Allah.

Dalam hadits disebutkan: “Sesungguhnya seseorang terhalang mendapatkan rezeki karena dosa yang ia perbuat.” (HR. Ibnu Majah 4022)

Dalam kehidupan sehari-hari, hakikat syukur ini dapat kita lihat dalam banyak contoh sederhana.

Ada seseorang yang diberi kesehatan yang baik. Ia mampu bekerja, beraktivitas, bahkan beribadah dengan leluasa. Namun jika kesehatan itu digunakan untuk hal-hal yang melalaikan, begadang tanpa manfaat, atau bahkan melakukan maksiat, maka sejatinya ia belum bersyukur. Sebaliknya, orang yang menjaga kesehatannya untuk bangun tahajud, bekerja dengan jujur, dan membantu sesama—itulah bentuk syukur yang nyata.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Begitu pula dengan nikmat harta. Banyak orang diberi rezeki melimpah, tetapi habis untuk gaya hidup berlebihan dan hal yang sia-sia. Tidak sedikit yang akhirnya justru diliputi kecemasan, konflik keluarga, bahkan kehilangan keberkahan. Di sisi lain, ada orang dengan harta yang mungkin tidak sebanyak itu, namun ia rajin bersedekah, membantu kerabat, dan menunaikan zakat. Hidupnya terasa cukup, hatinya tenang—itulah tanda nikmat yang dijaga dengan syukur.

Ilustrasi lain tampak dalam dunia pekerjaan. Seseorang yang mendapatkan jabatan sering kali lupa bahwa itu adalah amanah. Ketika jabatan digunakan untuk kepentingan pribadi, menyalahgunakan wewenang, atau berlaku tidak adil, maka nikmat itu perlahan menjadi sebab kehancuran. Namun jika jabatan dijalankan dengan integritas, melayani orang lain, dan penuh tanggung jawab, maka jabatan itu menjadi ladang pahala dan sumber keberkahan.

Syukur juga terlihat dalam hal kecil yang sering diabaikan. Misalnya nikmat waktu. Banyak orang mengeluh hidupnya sempit, padahal waktunya habis untuk hal yang tidak bermanfaat. Sebaliknya, orang yang menghargai waktu—mengisinya dengan belajar, bekerja, beribadah, dan berkumpul dengan keluarga—akan merasakan hidup yang lebih bermakna. Waktu yang sama, tetapi hasilnya berbeda, karena sikap syukur yang berbeda.

Dari sini kita memahami bahwa syukur bukanlah konsep yang abstrak. Ia sangat konkret:

Menggunakan nikmat sesuai tujuan penciptaannya
Menahan diri dari hal yang dilarang
Menjadikan nikmat sebagai jalan mendekat kepada Allah

Semakin seseorang taat, semakin ia menjaga nikmatnya. Semakin ia menjauhi maksiat, semakin ia membuka pintu tambahan karunia.

Maka, jika kita ingin nikmat terus bertambah dan tetap terjaga, kuncinya sederhana namun tidak mudah: taatlah kepada Allah dan jauhilah maksiat. Itulah hakikat syukur yang sesungguhnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡