Search
Menu
Mode Gelap

Tabligh Akbar Meriahkan Temu Alumni dan Milad ke-43 Pondok Shabran UMS

Tabligh Akbar Meriahkan Temu Alumni dan Milad ke-43 Pondok Shabran UMS
Foto bersama setelah kegiatan Tabligh Akbar. Foto: Istimewa.
pwmu.co -

Sebagai lembaga kaderisasi ulama dan intelektual bangsa, Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Tabligh Akbar dalam rangka Temu Alumni dan Milad ke-43, pada Ahad (11/1/2026).

Mengusung tema “Dari Shabran untuk Umat dan Bangsa”, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa alumni Pondok Shabran memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan, seperti dakwah, pendidikan, sosial, dan kebangsaan, sejalan dengan karakter gerakan Muhammadiyah.

Kepala Pondok Shabran UMS, K.H. Yayuli, S.Ag., M.Pi., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjalin dan mempererat hubungan antara Pondok Shabran dan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai sebagai modal penting dalam menyelesaikan berbagai masalah.

“Kehadiran Bapak dan Ibu dalam kegiatan ini merupakan bentuk simbiosis mutualisme antara pondok dan masyarakat. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis, berbagai persoalan dapat diselesaikan dengan baik dan bijaksana,” ujarnya.

Alumnus Pondok Shabran sekaligus pemateri dalam kegiatan tersebut, K.H. Ahmad Sulaiman, M.Hum., menekankan pentingnya nilai keislaman, keilmuan, dan pengabdian sosial sebagai bekal bagi santri dan alumni Shabran dalam menyikapi dinamika zaman.

Penegasan tersebut disampaikan dengan mengutip hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa seluruh umat Nabi Muhammad SAW akan masuk surga, kecuali mereka yang enggan menaati ajaran beliau.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya ilmu pengetahuan sebagai salah satu tolok ukur utama keberhasilan hidup seorang Muslim.

Man arada ad-dunya fa ‘alaihi bil ‘ilmi, barang siapa yang menginginkan kehidupan dunia yang sukses, senang, dan bahagia, maka hendaklah dengan ilmu. Wa man arada al-akhirah fa ‘alaihi bil ‘ilmi, barang siapa yang menginginkan keselamatan hidup di akhirat, maka juga harus dengan ilmu. Wa man aradahuma fa ‘alaihi bil ‘ilmi, barang siapa yang menginginkan kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat, maka hendaklah menempuhnya dengan ilmu,” ungkapnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Selaras dengan hal tersebut, ia menegaskan bahwa jalan menuju keselamatan dan surga hanya dapat ditempuh melalui ketaatan kepada Rasulullah SAW.

“Surga itu merindukan empat golongan. Apa saja itu? Pertama Taalil-Qur’an, kedua Hafidzil Lisan, ketiga Mut’imul Jiya’, terakhir Shaum fi Syahri Ramadan,” jelasnya.

Pemateri juga menekankan pentingnya pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an secara mendalam. Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami maknanya, ditadabburi, serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, pemateri juga menjelaskan bahwa pendalaman Al-Qur’an merupakan fondasi lahirnya gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Ia juga mengajak jamaah untuk menguatkan nilai kepedulian sosial, khususnya dengan membantu serta memberi makan orang-orang yang membutuhkan.

Melalui kegiatan tersebut, Pondok Shabran UMS diharapkan dapat terus memberikan manfaat, memperkuat peran dakwah, serta menghadirkan keberkahan bagi pondok, alumni, dan masyarakat luas. (*)

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments