
PWMU.CO – Cerdas saja tidak cukup, maka dari itu, SMA Muhammadiyah 1 Babat (Muh1ba), mengajak para pelajar untuk menjadi sosok yang berpikir jernih, berakhlak mulia, dan mampu membawa pencerahan bagi masyarakat.
Hal tersebut dibuktikan melalui Kajian Islam Rausyan Fikr dengan tema “Bertumbuh dalam Iman, Berakhlak dalam Pergaulan”. Kegiatan yang digelar pada Jumat (18/7/2025) ini merupakan bagian dari peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H.
Kajian ini merupakan kolaborasi antara Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMA Muh1ba bersama Ekstrakurikuler Hizbul Wathan, Palang Merah Remaja (PMR), Tapak Suci, dan Jurnalistik yang kembali menunjukkan komitmennya dalam membina karakter, serta spiritualitas siswa melalui kegiatan ini.
Acara ini berlangsung di Masjid A.R. Fakhruddin SMA Muh1ba dan diikuti oleh seluruh siswa kelas X hingga XII. Acara tersebut menghadirkan narasumber yang inspiratif sekaligus kocak, yaitu Seorang pegiat literasi Islam dan kader Muhammadiyah yang sangat dikenal di kalangan pelajar, Ma’ali Sofyan.
Dalam kajiannya, ia menyampaikan bahwa konsep Rausyan Fikr bukan sekadar istilah asing, melainkan representasi dari pemuda Islam yang tercerahkan yakni mereka yang berpikir luas, berakhlak luhur, dan berani menyuarakan nilai-nilai kebenaran dan kemanusiaan.
“Di tengah dunia yang penuh hiruk-pikuk dan distraksi, kita butuh pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijaksana dan berpihak pada nilai-nilai kebaikan. Itulah ruh Rausyan Fikr,” tegas Ma’ali.
Kepala SMA Muh1ba, Agus Al Chusari, dalam sambutannya turut menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari visi sekolah untuk membentuk pelajar yang berilmu dan beradab, sejalan dengan semangat Islam berkemajuan yang diusung oleh Muhammadiyah.
“Kami ingin siswa dan siswi Muh1ba tumbuh menjadi pribadi yang unggul secara intelektual dan moral. Sebab, ilmu tanpa adab hanya akan melahirkan kekosongan dan kesombongan,” harapnya.
Melalui kajian ini, SMA Muh1ba berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul di atas kertas, tetapi juga kuat secara spiritual, sosial, dan berkarakter.
Kajian Islam Rausyan Fikr diharapkan menjadi cahaya di tengah zaman yang terus berubah. Pada akhir kajian, terdapat sesi tanya-jawab untuk seluruh audiens, serta pemberian reward bagi peserta yang aktif dan antusias selama kegiatan berlangsung.
Dengan semangat, SMA Muh1ba berharap akan lahir generasi muda yang tak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga menjadi pelita di tengah zaman. (*)
Penulis Lintang Tegar Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments