Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tak Hanya Khalid Basalamah di Sidoarjo, Pengajian Firanda Andirja di Malang juga Dibatalkan

Iklan Landscape Smamda
Tak Hanya Khalid Basalamah di Sidoarjo, Pengajian Firanda Andirja di Malang juga Dibatalkan
pwmu.co -
Pembatalan Kajian Subuh oleh DR Firanda Andirja karena ada penolakan dari beberapa pihak (foto: pwmu.co)

PWMU.CO – Kerukunan umat Islam di Malang mendapatkan ujian ketika DR  Firanda  Andirja datang ke kota ini. Salah seorang pengajar di Masjid Nabawi itu dijadwalkan berbagi ilmu di Masjid Ahmad Yani. Namun, akhirnya dibatalkan untuk sementara waktu karena ada penolakan dari pihak tertentu.

“Masjid Ahmad Yani yang semula mengagendakan kajian dengan Ustadz Firanda dengan tema ‘Mensyukuri Nikmat Aman di NKRI’, pada pukul 08.30–11.15 WIB,” cerita ujar DR Zainul Mujahid kepada PWMU.CO tentang jadwal bertanggal 5 Maret 2017 itu.

(Baca juga: Pembubaran Pengajian Khalid Basalamah: Benarkah Ceramah yang Mengolok-olok Monopoli Kelompok Ini?)

Namun, kata Zainul Mujahid, karena Firanda sudah berada di Malang, maka acara dipindah ke Masjid Manarul Islam, Sawojajar. “Maka kami segera merapatkannya bersama takmir, yayasan, dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sawojajar,”  ujar Zainul Mujahid.

Begitu mendengar Ustadz Firanda akan melaksanakan shalat Subuh di Masjid Manarul Islam, kisah Zainul, takmir langsung mempersiapkan segala sesuatu dalam rangka untuk menghormati  tamu itu. Termasuk menggeser jadwal kajian Subuh agar diserahkan kepada Ustadz Firanda.

(Baca juga: Diintimidasi sejak Wakaf Tanah hingga Jelang Peresmian: Inilah Kisah Dramatis Perjuangan Membangun Masjid Latifah Zaid Al Isa Muhammadiyah)

“Akhirnya, diagendakanlah kajian Subuh oleh ustadz Firanda sebagai bentuk penghormatan pada orang alim yang bertamu. Dan, undangan pun disebar lewat media sosial,” tambah Zainul sambil menyatakan info lokasi shalat Subuh Firanda ini didapat setelah Maghrib yang kemudian disebar via WhatsApp.

Namun, malam hari Sabtu atau Ahad dini hari, beberapa orang kepemudaan mendatangi takmir masjid. Mereka meminta agar acara kajian Subuh itu dibatalkan dengan alasan pengisinya adalah pembawa misi Wahabi.

(Baca juga: Dirobohkannya Masjid Kami, Sebuah Kisah Nyata Intoleransi Mayoritas pada Minoritas)

“Rapat darurat” antara yang pro dan kontra, sebelum pembatalan Kajian Subuh Firanda Andirja (foto: pwmu.co)

Terjadilah perdebatan antara dua komponen yang ingin melanjutkan dan membatalkan acara kajian, terutama kaum mudanya.

Untuk meredam adu mulut yang memanas, DR Dwi Agus Sujimat, berusaha menengahinya. Tim Ahli Majelis Ekonomi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Malang itu dengan lembut mengatakan bahwa hubungan antarumat Islam harus dibangun atas dasar kebaikan, bukan dengan permusuhan

“Demi menjaga ukhuwah Islamiyah dan memohon keridlaaan dari Allah SWT, maka acara ini dipending dulu,” jelas Zainul.

(Baca juga: Kisah Terusirnya Tokoh Muhammadiyah Yungyang dari Mushala, tapi Akhirnya Dapat “Hadiah” Masjid)

Karena pembatalan itu sangat mendadak, maka Subuh hari Ahad itu pun, masjid dipenuhi dengan para jamaah. Baik dari dalam maupun kota Malang. Mereka berjubel di dalam masjid itu untuk mendirikan shalat Subuh berjamaah plus Kajian Subuh.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif dan ukhuwwah islamiyyah terjaga, akhirnya Ustadz Firanda yang sebenarnya sudah berada di sekitar masjid itu pun tidak jadi mengisi Kajian Subuh.

(Baca juga: Kisah Terusirnya Mubaligh Muhammadiyah oleh Warga Mayoritas dan Muhadjir Effendy: Jangan Paksakan Logika NU untuk Nilai Muhammadiyah! Begitu juga Sebaliknya)

Karena pembatalan Kajian Subuh sangat mendadak, jamaah shalat Subuh yang membludak pun harus kecewa. (foto: pwmu.co)

“Hikmah yang diambil dari kejadian ini, justru semalam kami bisa dialog langsung dengan para tokoh NU dan para Habaib. Kami sharing banyak hal, termasuk memberikan pemahaman pada mereka. Kami sekarang terus menjalin komunikasi dengan baik agar ada kesepahaman bersama,” lanjut Zainul tentang hikmah tersembunyi di balik penolakan itu.

(Baca juga: Waspadai Pecah-Belah Umat Islam, Inilah Seruan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah)

“Suasana akhirnya begitu indah dan dingin. Dan, kami sama- sama bertekad berjuang untuk Islam, karena musuh yang sebenarnya bukan mereka yang sesama Muslim. Tapi orang kafirlah musuh yang sesungguhnya,” ujar Zainul.

Sebelumnya, Sabtu (4/3), pengajian yang menghadirkan Ustadz Khalid Basamalah di Masjid Shalahuddin, Perumahan Puri Surya Jaya, Gedangan, Sidoarjo juga bubar atas permintaan kelompok tertentu. Semoga kita semua bisa mempraktikkan toleransi dan tawasuth dalam kehidupan nyata; seindah dalam lisan dan tulisan. (tim pwmu.co)

Catatan Redaksi: Berita ini ternyata dipelintir oleh beberapa media online dengan seolah-olah Muhammadiyah menolak Kajian Firanda Andirja. Padahal dalam tulisan ini sudah jelas, ketika akan diselenggarakan Kajian Subuh di Masjid Manarul Islam oleh Firanda Andirja, penyelenggaranya adalah: takmir, yayasan dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sawojajar. Baca: Dipelintir: Berita PWMU.CO tentang Pembatalan Pengajian Firanda Andirja di Malang.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu