Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tak Hanya Kritik, IMM Surabaya Kedepankan Solusi dan Social Trust untuk Pembangunan Kota

Iklan Landscape Smamda
Tak Hanya Kritik, IMM Surabaya Kedepankan Solusi dan Social Trust untuk Pembangunan Kota
Sambutan Ketua Umum PC IMM Kota Surabaya pada momen Pembukaan Musycab ke-XXXVI di Umsura (Hisyam/PWMU.CO)
pwmu.co -

Musyawarah Cabang (Musycab) ke-XXXVI Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Surabaya resmi dibuka pada Sabtu (24/1/2026) di Umsura, At Tauhid Tower lantai 13. Mengusung tema “Wasathiyah IMM Surabaya.”

Ketua Umum PC IMM Kota Surabaya periode 2025–2026, Erfanda Andi Mada Arectya, dalam sambutan pembukaannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kader atas kerja kolektif selama satu periode kepengurusan. Ia mengungkapkan, sepanjang satu tahun kepemimpinan, PC IMM Kota Surabaya telah menjalankan sekitar 50 agenda strategis yang diupayakan tidak berhenti pada formalitas semata.

“Kurang lebih ada 50 agenda dalam satu tahun kepengurusan kami. Dan kami berusaha semaksimal mungkin agar semua agenda itu benar-benar bermakna dan berdampak,” ujar Erfanda.

Dalam bidang akademik, Erfanda menyoroti HOS Tjokroaminoto Scholarship sebagai salah satu program unggulan PC IMM Kota Surabaya. Program ini dirancang untuk mendorong kader agar mampu bersaing dan meraih beasiswa studi ke luar negeri. Ia menyebutkan, sejumlah kader IMM Surabaya telah melanjutkan studi ke Iran, Skotlandia (Edinburgh), dan Taiwan.

“Ke depan, kami berharap program HOS Tjokroaminoto Scholarship ini bisa berkolaborasi dengan pemerintah, BRIN, dan berbagai pihak lainnya,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Erfanda juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kader atas segala kekurangan selama satu periode kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa dinamika organisasi adalah ruang belajar bersama, termasuk dalam membangun tradisi kritik yang solutif.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Erfanda turut menyinggung pentingnya kepercayaan sosial dalam relasi antara gerakan mahasiswa dan pemerintah. Merujuk pada buku Prahara Bangsa, ia menekankan bahwa kepercayaan sosial menjadi fondasi keteraturan hingga kepatuhan sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Ketika kita mengkritik dan menawarkan solusi terbaik bagi Surabaya, kepercayaan sosial itu menjadi kunci. Dari situ lahir keteraturan, dan akhirnya kepatuhan sosial,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Wali Kota Eri Cahyadi, dalam berbagai isu strategis, termasuk pembahasan Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga IMM Surabaya memiliki akses advokasi untuk memastikan kepentingan kota dan masyarakat tetap terjaga.

Dengan mengusung semangat Wasathiyah IMM Surabaya, Erfanda berharap Musycab ke-XXXVI ini  dapat memperkuat sinergi antara gerakan mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah dalam membangun Kota Surabaya yang berkeadilan dan berkemajuan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu