Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tak Sekadar Layanan Medis, Dr. Mundakir Tegaskan Tiga Pilar AUMKes Berkemajuan

Iklan Landscape Smamda
Tak Sekadar Layanan Medis, Dr. Mundakir Tegaskan Tiga Pilar AUMKes Berkemajuan
Dr Mundakit saat menjadi narasumber Baitul Arqam Pejabat Struktural RSIM Sumberrejo, Bojonegoro, Jumat (23/1/2026). Foto: Istimewa
pwmu.co -

Pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah Kesehatan (AUMKes) tidak cukup hanya bertumpu pada kecakapan manajerial dan pencapaian layanan medis semata. AUMKes harus berdiri di atas fondasi ideologi, nilai, dan spiritualitas Islam yang kokoh.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PWM Jawa Timur, Dr. Mundakir, S.Kep, Ns, M.Kep, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Baitul Arqam Pejabat Struktural Rumah Sakit Islam Muhammadiyah (RSIM) Sumberrejo Bojonegoro, Jumat (23/1/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PWM Jawa Timur ini menjadi bagian dari ikhtiar sistematis Muhammadiyah dalam memperkuat kader kepemimpinan struktural rumah sakit agar tidak tercerabut dari jati diri persyarikatan.

Dalam materinya bertajuk “PHIWM: Mengelola AUM Kesehatan secara Berkemajuan”, Mundakir menekankan tiga poin utama yang harus menjadi pegangan seluruh direksi dan pengelola rumah sakit Muhammadiyah–Aisyiyah.

Pilar pertama yang ditekankan adalah pentingnya kepemimpinan yang cakap, profesional, dan berintegritas.

Menurut Mundakir, rumah sakit Muhammadiyah adalah organisasi modern yang beroperasi dalam ekosistem kesehatan yang kompetitif, sehingga membutuhkan pemimpin dengan kemampuan leadership yang kuat.

“Direksi RSMA harus mampu memimpin dengan visi, mengelola perubahan, dan mengambil keputusan strategis. Tetapi yang lebih penting, semua itu harus dijalankan dengan integritas,” tegasnya.

Mundakir lalu menjelaskan, kepemimpinan di AUMKes bukan sekadar jabatan struktural, melainkan amanah ideologis. Karena itu, profesionalisme harus berjalan seiring dengan komitmen moral dan tanggung jawab sosial.

Kedua, ujar Mundakir, adalah pemahaman historis dan filosofis tentang mengapa AUMKes didirikan.

Tak Sekadar Layanan Medis, Dr. Mundakir Tegaskan Tiga Pilar AUMKes Berkemajuan
Baitul Arqam yang diikuti para pejabat struktural RSIM Sumberrejo Bojonegoro. Foto: Istimewa

Mundakir mengingatkan, rumah sakit Muhammadiyah lahir dari semangat dakwah, tajdid, dan pelayanan kepada umat, bukan semata-mata orientasi bisnis.

“Kalau pengelola tidak memahami sejarah dan tujuan awal AUMKes, maka rumah sakit bisa kehilangan ruhnya. Ia bisa berubah menjadi institusi layanan kesehatan biasa, tanpa nilai pembeda,” ujar Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) itu.

Menurut Mundakir, pemahaman sejarah akan melahirkan kesadaran ideologis, sehingga setiap kebijakan dan program rumah sakit tetap berpijak pada misi kemanusiaan dan dakwah Muhammadiyah.

Pilar ketiga sekaligus menjadi penegasan utama adalah Paham Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) sebagai pedoman etik, nilai, dan spiritualitas seluruh civitas hospitalia.

“PHIWM bukan sekadar dokumen, tapi kompas hidup. Di sanalah nilai Islam, etika profesi, dan spiritualitas Muhammadiyah bertemu dan menjadi panduan dalam bekerja,” kata Mundakir.

Pria kelahiran Lamongan itu, juga menegaskan bahwa pelayanan kesehatan Muhammadiyah harus menghadirkan nilai ihsan, keadilan, kejujuran, dan kepedulian.

“Rumah sakit itu tidak hanya menyembuhkan penyakit fisik, tetapi juga menghadirkan ketenangan batin bagi pasien dan keluarganya,” papar Mundakir.

Kegiatan Baitul Arqam ini diikuti oleh para pejabat struktural RSIM Sumberrejo Bojonegoro selama dua hari, 23–24 Januari 2026. Rangkaian acara dirancang komprehensif, memadukan penguatan ideologi, pemahaman tarjih, pendalaman ibadah, hingga manajemen organisasi.

Sejumlah materi strategis disampaikan oleh para narasumber, di antaranya Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM), Manhaj Tarjih, Tuntunan Ibadah sesuai Tarjih, serta Manajemen Organisasi dan Akhlak Bermuhammadiyah.

Ketua MPKSDI PWM Jawa Timur, Dr. Phil. Mohammad Rokib, SS, MA dalam sambutannya menegaskan bahwa Baitul Arqam bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang pembentukan karakter dan kesadaran ideologis pejabat struktural AUMKes.

“Pejabat struktural rumah sakit Muhammadiyah harus memiliki keutuhan antara kompetensi profesional dan kepribadian bermuhammadiyah,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah menegaskan kembali komitmennya menjaga AUMKes tetap berkemajuan secara layanan, namun kokoh secara ideologi dan spiritualitas.

Tiga pilar yang disampaikan Dr. Mundakir menjadi pengingat bahwa kemajuan rumah sakit Muhammadiyah tidak boleh dibayar dengan hilangnya nilai dan ruh persyarikatan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu