Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tak Semua Perbuatan Baik Bernilai Kebaikan, Pesan Penutup PCM Driyorejo di Baitul Arqom 1447 H

Iklan Landscape Smamda
Tak Semua Perbuatan Baik Bernilai Kebaikan, Pesan Penutup PCM Driyorejo di Baitul Arqom 1447 H
Foto PCM Driyorejo saat menutup acara Baitul Arqom yang dilaksanakan di aula lantai 3 SD Muhamamdiyah 1 Driyorejo (Elisyah Susanty/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kegiatan Baitul Arqom Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Driyorejo resmi ditutup dengan pesan reflektif yang menggugah. Dalam sambutan penutupannya, Sutikno selaku pimpinan Majelis Dikdasmen PCM Driyorejo menegaskan bahwa tidak semua perbuatan baik otomatis bernilai kebaikan di sisi Allah apabila tidak dilandasi niat yang lurus dan sesuai tuntunan syariat, Sabtu (28/2/2026).

Pesan tersebut disampaikan di hadapan 85 peserta yang terdiri dari pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), guru, serta karyawan persyarikatan. Suasana hening dan penuh perhatian menyelimuti ruangan saat materi penutup mengajak peserta melakukan muhasabah diri.

“Baik menurut manusia belum tentu baik menurut Allah. Amal harus dilandasi keikhlasan dan mengikuti tuntunan Rasulullah,” tegas Sutikno.

Ia menambahkan bahwa dalam berorganisasi maupun dalam kehidupan sehari – hari, niat menjadi fondasi utama yang menentukan nilai sebuah perbuatan yang tentu akan berdampak pada prilaku yang baik dan santun.

Penyegaran Ideologi

Acara yang bertajuk “Menenguhkan Iman, Memajukan Dakwah, Mengokohkan Persyarikatan” ini dilaksanakan di aula lantai 3 SD Muhammadiyah 1 Driyorejo.  Baitul Arqom bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan ruang penyegaran ideologi dan pelurusan orientasi gerakan.

Selama 2 hari pelaksanaan pada Jumat – Sabtu (27-28/2/2026), peserta dibekali materi tentang penguatan baca tulis Al Qur’an (BTQ), ibadah Shalat, Wudhu, serta tanggung jawab sebagai kader Muhammadiyah.

Pesan di penghujung kegiatan itu menjadi pengingat bahwa aktivitas dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial yang dilakukan harus senantiasa dikoreksi niatnya. Jangan sampai amal yang terlihat besar justru kehilangan nilai karena tercampur kepentingan pribadi atau riya’.

Alinda Damayanti, S.Pd salah satu guru yang menjadi peserta Baitul Arqom dari SMP Muhammadiyah 14 Driyorejo mengaku tersentuh dengan materi penutup tersebut.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Kadang kita merasa sudah berbuat banyak, tetapi lupa mengevaluasi niat. Pesan ini menjadi tamparan sekaligus pengingat,” ujarnya.

Tidak Mengganggu Kepentingan Orang Lain

Darmo Wijoyo salah satu PCM Driyorejo bidang majelis ekonomi menuturkan bahwa ketika berbuat baik harus tetap berprinsip bahwa kebaikan kita tidak boleh mengganggu kepentingan orang lain. Alhasil perbuatan baik kita justru bisa mengurangi pahala atau bahkan bisa mendatangkan dosa.

Ia memberi contoh ketika orang yang sedang membaca Al Qur’an dengan suara keras maka hal tersebut justru akan mengganggu orang disekitar yang mendengar.

“Niat membaca Al Qur’an sudah termasuk niat baik. Tapi jika suara dikeraskan hingga membuat orang bising atau terganggu maka hal baik yang kita lakukan tidak akan memiliki nilai kebaikan”, tegasnya.

PCM Driyorejo berharap nilai – nilai yang diperoleh selama Baitul Arqom 1447 H tidak berhenti sebagai wacana, tetapi diwujudkan dalam komitmen nyata di lingkungan masing – masing melalui aksi Rencana Tindak Lanjut (RTL) selama satu tahun kedepan. Dengan niat yang ikhlas dan pemahaman yang benar, setiap amal kebaikan diharapkan benar – benar bernilai ibadah.

Penutupan kegiatan pun berlangsung khidmat, diakhiri doa bersama agar seluruh peserta diberi kekuatan untuk menjaga konsistensi amal. Baitul Arqom tahun ini tidak hanya meninggalkan catatan kegiatan, tetapi juga pesan mendalam tentang hakikat sebuah kebaikan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu