Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tanggapan Terhadap Sistem Penerimaan Murid Baru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Iklan Landscape Smamda
Tanggapan Terhadap Sistem Penerimaan Murid Baru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
pwmu.co -
SPMB. (Istimewa/PWMU.CO)
SPMB. (Istimewa/PWMU.CO)

Oleh Andi Hariyadi

PWMU.CO – Kunjung Wahyudi, selaku Ketua Komisi Nasional Pendidikan Pusat, memberikan pernyataan bahwa terkait SPMB secara umum berjalan cukup baik walaupun ada beberapa kasus.

1. Kurangnya sosialisasi terkait Juknis SPMB ke para orang tua siswa menjadi salah satu kendala banyak orang tua yang tidak paham anaknya dimasukkan jalur apa?

2. ⁠Aplikasi pengambilan PIN yang dipusatkan ke sekolah sekolah SMA-SMK juga membuat antrean panjang para orang tua untuk mengambil PIN, beda dengan tahun lalu orang tua atau siswa bisa ambil PIN ke sekolahnya di tingkat SMP.

3. ⁠Perlunya pembatasan jumlah rombel di sekolah negeri agar sekolah swasta tidak kekurangan siswa.

Tiga hal tersebut yang menjadi perhatian kami agar tahun depan ada evaluasi dan perbaikan pelayanan untuk para orang tua.

Ditempat terpisah, Ali Mujafal selaku Kepala SMP Muhammadiyah 6 Surabaya, saat mendampingi kegiatan MPLS pada hari kamis (17/7/2025), memberikan beberapa masukan terkait implementasi SPMB. Ia menympaikan, sebagai bagian dari institusi pendidikan yang berkomitmen pada mutu dan keadilan, kami menyampaikan tanggapan terhadap sistem Sistem Penerimaan Peserta Murid Baru (SPMB) yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kami memahami bahwa sistem penerimaan murid baru (SPMB), khususnya melalui jalur Domisili, afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua, dirancang untuk mendorong pemerataan akses pendidikan, mengurangi praktik eksklusivitas sekolah, dan mendekatkan murid baru dengan sekolah terdekat.

Catatan dan Harapan

Namun demikian, ada beberapa catatan dan harapan yang ingin kami sampaikan:

1. Dukungan terhadap Prinsip Pemerataan

Kami mendukung semangat pemerataan akses pendidikan, di mana setiap anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang layak tanpa terkendala oleh status sosial maupun ekonomi.

2. Evaluasi Pelaksanaan Jalur Domisili.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Pelaksanaan jalur domisili seringkali menimbulkan kendala di lapangan, terutama bagi sekolah swasta dan sekolah berbasis keunggulan tertentu. Domisili dalam praktiknya bisa membatasi pilihan masyarakat terhadap sekolah-sekolah berbasis karakter, agama, atau minat bakat tertentu. Kami berharap adanya ruang fleksibilitas untuk sekolah swasta agar tetap mendapat kepercayaan masyarakat tanpa melanggar prinsip keadilan.

3. Imbauan untuk Sosialisasi yang Lebih Masif dan Tepat Sasaran

Masih banyak orang tua yang bingung dengan teknis pendaftaran, syarat dokumen, hingga mekanisme jalur masuk. Kami mengusulkan agar sosialisasi SPMB dilakukan lebih awal, lebih merata, dan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat.

4. Penguatan Jalur Prestasi dan Afirmasi

Kami berharap jalur prestasi tetap diberikan ruang yang cukup besar untuk menjaring anak-anak berbakat dari berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik. Demikian juga, jalur afirmasi benar-benar harus tepat sasaran, bagi peserta didik dari keluarga tidak mampu atau berkebutuhan khusus.

5. Harapan untuk Kolaborasi yang Lebih Kuat

Kami mengajak Dinas Pendidikan dan Kemendikdasmen untuk terus membangun komunikasi dengan sekolah swasta dan lembaga pendidikan masyarakat, termasuk sekolah-sekolah Muhammadiyah, dalam menyusun kebijakan yang inklusif dan adaptif terhadap kondisi lokal

“Kami tetap berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan terbaik di SMP Muhammadiyah 6 Surabaya, melalui program-program unggulan dan pembentukan karakter siswa. Kami terbuka untuk bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan sistem pendidikan nasional yang berkeadilan, berkualitas, dan memerdekakan setiap pelajar Indonesia,” jelasnya. (*)

Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu