
PWMU.CO – Acara tasyakuran akhir pendidikan murid kelas IX dan Pengukuhan Hafidz/Hafidzah SMP Muhammadiyah 1 (SMP Muhi) Genteng Banyuwangi diwarnai tangis haru dan perasaan bangga bagi para orang tua.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (24/5/2025) di tempatkan di Aula Pesona Osing yang jauh dari kebisingan dengan mengundang hadirkan seluruh wali murid dari kelas IX, dan para wali murid dari Hafidz dan Hafidzah.
Acara tersebut dikemas dalam sebuah tema “Ilmu Sebagai Pelita, Akhlaq Sebagai Mahkota”, dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan diawali pra acara yang menampilkan kreativitas peserta didik dari kelas VII sampai kelas IX dengan berbagai potensi dan bakatnya.
Dibuka dengan penampilan Tari Gandrung dengan busana yang disesuaikan busana muslimah kemudian dilanjutkan dengan akustik, disusul penampilan seni bela diri Tapak Suci Putera Muhammadiyah, dan diakhiri dengan duet vokal.

Pesan Bijak Kepala Sekolah
Setelah pra acara usai tepat pukul 09.00 WIB dilanjutkan dengan seremonial acara inti, diawali dengan pembukaan, pembacaan al-Quran, menyanyikan Indonesia Raya, musikalisasi puisi, sambutan-sambutan, dan doa penutup.
Pada sesi sambutan pertama disampaikan oleh kepala SMP Muhi Genteng, Abdul Latif SH MPdI yang mengawalinya dengan permintaan maaf kepada seluruh wali murid.
“Kami mewakili guru dan karyawan SMP Muhi Genteng telah berusaha semaksimal mungkin semata demi mengemban amanah dari bapak dan ibu wali murid sekalian, berbagai prestasi mulai dari tingkat kecamatan sampai provinsi telah kami torehkan, namun demikian masih banyak hal yang harus kami benahi,” ujar Abdul Latif.
“Oleh karenanya, demi kemajuan sekolah ke depan, kami mohon dengan kepada wali murid sekalian sampaikan yang baik-baik tentang SMP Muhi Genteng di luar sana, dan apabila ada kekurangan mohon langsung disampaikan ke sekolah agar kami bisa berbenah demi kemajuan sekolah di masa datang,” lanjutnya.
Dalam pidato selanjutnya, Abdul Latif menyampaikan pesan bijak kepada siswa-siswi kelas IX yang telah purna belajar, “Ketika kalian melanjutkan ke jenjang sekolah berikutnya, tolong jadikan akhlak sebagi penopang ilmumu, dan yang tidak kalah pentingnya selalu minta ridha orang tua dalam setiap akan menjalani aktivitas,” terangnya.
“Perjalananmu masih sangat panjang untuk itu demi kesuksesan kalian semua. Ingat pesan Allah SWT pada surat ke 13 ayat 11, Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri (Innallaha la yughayyiruma biqaumin hatta yughayyiruma bianfusihim), sebagai seorang siswa tentunya belajar dengan bersungguh-sungguh dan istiqamah, berakit-rakit kehulu berenang ketepian, bersakit dahulu baru senang kemudian,” pungkasnya.
Tangis Orang Tua para Hafidz/Hafidzah
Usai acara sambutan-sambutan dilanjutkan dengan pengukuhan hafidz dan hafidzah dengan materi hafalan juz 1, 29, dan 30, acara dipandu langsung oleh Shinta Ayu Kiranasari MPdI.
Sebelum acara pengukuhan, sebanyak 39 hafidz dan hafidzah diminta untuk sungkem kepada masing-masing orang tua dengan diringi pembacaan sajak dari salah satu ibu guru yang sangat menyentuh hati, dari sinilah tangis haru bercampur bangga pecah sehingga seluruh undangan juga ikut terharu.
Kemudian sebagai puncak acara, dilakukan penyematan kalung SMP Muhi dan pembagian buku kenangan siswa-siswi kelas IX, serta dilanjut sesi foto bersama dan ramah-tamah.(*)
Penulis Abdul Muntholib Editor Zahrah Khairani Karim






0 Tanggapan
Empty Comments