
PWMU.CO – Suasana berbeda tampak dalam Kopdargab IV BikersMu Koordinator Wilayah (Korwil) Jawa Timur yang berlangsung di Lumajang, Sabtu-Ahad (26–27/7/2025). Di tengah barisan motor yang terparkir rapi dan para biker yang berkumpul, hadir pula keceriaan anak-anak yang menemani orangtua mereka dalam kegiatan dakwah bermotor ini.
Meski tak ada agenda khusus bagi anak-anak, kehadiran mereka memberikan suasana tersendiri. Di usia belia, anak-anak larut dalam kegembiraan. Mereka berlarian di hamparan rumput, bermain dengan batu kecil, dan tertawa lepas menikmati udara segar pegunungan Lumajang.
Panorama alam di kawasan dataran tinggi ini memberikan kenyamanan tersendiri. Tidak hanya bagi para biker yang berkonsolidasi dan bersilaturahmi, tapi juga menjadi tempat bermain alami bagi anak-anak.
Di sela kegiatan utama, anak-anak tampak bermain bersama. Ada yang membawa mainan seperti mobil-mobilan dan kertas gambar. Ada pula yang sekadar duduk di rerumputan, berbagi cerita dengan riang. Suasana itu menunjukkan bahwa nilai kebersamaan sudah mulai tumbuh sejak dini, meskipun mereka belum memahami sepenuhnya makna acara Kopdargab.
“Kami memang sengaja mengajak keluarga dalam kegiatan ini. Bukan hanya untuk mendukung gerakan dakwah, tapi juga agar anak-anak kami bisa belajar berinteraksi, menikmati alam, dan menyerap semangat kebersamaan,” ujar A’yun, peserta dari Blitar.
Kehadiran anak-anak pun menarik perhatian peserta lain. Beberapa biker sempat ikut bermain atau mengambil foto keceriaan mereka. Para ibu dari berbagai chapter juga berkumpul, saling mengenalkan anak-anak, dan berbincang santai di sela kegiatan.
“Lihat anak-anak tertawa bebas begini, rasanya lelah touring langsung hilang. Ini semacam bonus kebahagiaan yang luar biasa,” kata salah satu peserta dari BikersMu Surabaya.
Kopdargab IV BikersMu Korwil Jatim di Lumajang tak hanya menjadi ajang silaturahmi antar biker, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan keluarga di antara komunitas. Di tengah semangat dakwah dan suara mesin motor, tawa anak-anak menjadi pengingat bahwa dakwah bisa menggembirakan, bahkan bagi mereka yang masih kecil. (*)
Penulis Alexs Mac Editor M Tanwirul Huda






0 Tanggapan
Empty Comments