Search
Menu
Mode Gelap

Teater Bilal bin Rabah Warnai Peringatan Maulid Nabi di Mutuba

Teater Bilal bin Rabah Warnai Peringatan Maulid Nabi di Mutuba
Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1447 H di SD Muhammadiyah 1 Bangkalan (Mutuba). (Sofi Koesminarsih/PWMU.CO)
pwmu.co -

Ada yang berbeda dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di SD Muhammadiyah 1 Bangkalan (Mutuba). Jika biasanya peringatan maulid diisi dengan ceramah atau tausiyah, kali ini Mutuba menghadirkan suguhan istimewa berupa pementasan teater.

Bertempat di Aula STIKP PGRI Bangkalan, Kamis (4/9/2025), seluruh siswa dari kelas 1 hingga 6 bersama guru dan tamu undangan larut dalam rangkaian acara bertema Rindu Bilal bin Rabah kepada Rasulullah Saw.

Sejak pagi, siswa-siswi sudah bersemangat memasuki aula. Acara dipandu oleh Syifana Mumtaza Ayrosy (4B) dan Ziyadussadat Alfirdaus (5A). Pembukaan dilakukan dengan lantunan Kalam Ilahi oleh Fathir Atharrizqi Zunuhayi (4B), dilanjutkan dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah yang dipimpin Achmad Irfan Maulana (5A).

Dalam sambutannya, Kepala SD Muhammadiyah 1 Bangkalan, Isrotul Sukma, mengingatkan bahwa momentum Rabiul Awal adalah waktu terbaik untuk menumbuhkan kerinduan kepada Rasulullah.

“Sebagai siswa kita harus bisa meneladani sifat Rasulullah. Salah satunya adalah menghargai guru dan menghormati orang tua. Itulah teladan yang nyata untuk kita ikuti dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya di hadapan peserta.

Puncak acara adalah penampilan teater dari Sanggar Na’-Kana’ Bangkalan. Drama berjudul Rindu Bilal bin Rabah kepada Rasulullah Saw itu mengisahkan kerinduan sahabat Rasulullah, Bilal bin Rabah, setelah wafatnya Nabi.

Bilal digambarkan tidak lagi mampu mengumandangkan azan, karena setiap kali melakukannya ia seolah teringat Rasulullah yang tersenyum menyambutnya. Kesedihan yang mendalam membuatnya memohon izin kepada Abu Bakar untuk pindah ke Syam.

Namun, dalam mimpi ia merasa ditegur Rasulullah karena lama tak berziarah. Dengan penuh tangisan, akhirnya ia kembali ke Madinah dan menumpahkan kerinduannya di makam Nabi sebelum wafat dengan bahagia.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Adegan demi adegan dimainkan dengan penuh penghayatan. Tangis Bilal dalam teater itu membuat suasana hening dan menggetarkan hati. Banyak siswa yang ikut terdiam, bahkan ada yang meneteskan air mata.

Usai pementasan, suasana dibuat lebih segar dengan kuis interaktif yang dipandu oleh Ibu Qonitatun. Dua puluh pertanyaan seputar isi teater diajukan kepada siswa. Mereka yang bisa menjawab dengan tepat diberi hadiah. Tawa, semangat, dan antusias peserta membuat aula kembali riuh.

“Seru sekali, jadi kita lebih ingat cerita Bilal,” ujar salah satu siswa usai mengikuti kuis.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Muhammad Nur Afandi (6A). Semua peserta bersama-sama menengadahkan tangan, memohon keberkahan agar senantiasa dapat meneladani akhlak mulia Rasulullah Saw.

Peringatan Maulid Nabi tahun ini meninggalkan kesan berbeda bagi siswa Mutuba. Tidak hanya meriah, tetapi juga mengajak mereka memahami sejarah dan makna kerinduan sahabat kepada Rasulullah dengan cara yang kreatif. Lewat pementasan teater, anak-anak bukan hanya mendengar, tetapi juga melihat, merasakan, dan merenungi nilai akhlak mulia. (*)

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments