Pimpinan Wilayah (PW) ‘Aisyiyah Jawa Timur bekerja sama dengan Lazismu Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Taman Lansia bertajuk “Berbagi Kebahagiaan Ramadhan Bersama Lansia” pada Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini berlangsung di Kantor Pusat Layanan Terpadu Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat (PLTP2M) Jawa Timur di kawasan Rungkut, Surabaya, dengan menghadirkan sekitar 80 peserta lansia.
Acara ini menghadirkan rangkaian pemeriksaan serta konsultasi kesehatan gratis yang dilakukan oleh tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya. Selain itu, kegiatan juga dilengkapi dengan program bakti sosial bagi para lansia.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris PW ‘Aisyiyah Jawa Timur, Dr. Nur Mukarromah, SKM., M.Kes. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya perhatian terhadap kesehatan lansia agar tetap dapat menjalani aktivitas secara mandiri dan berkualitas.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para lansia semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan agar tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman, mandiri, dan berkualitas,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut hadir pula Bapak Hanson sebagai perwakilan Rumah Rungkut bersama putranya, dr. Tigor Sitorus, yang memberikan penyuluhan kesehatan dengan tema “Mata Menjadi Jendela Dunia.” Ia menjelaskan bahwa kesehatan mata merupakan hal yang sangat krusial bagi lansia karena berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup dan kemampuan beraktivitas.
Menurut dr. Tigor, terdapat tiga penyakit mata yang paling sering dialami lansia, yaitu mata kering, glaukoma, dan katarak. Mata kering, jelasnya, dapat diatasi dengan penggunaan air mata buatan yang tersedia di apotek setelah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Sementara itu, glaukoma sering kali tidak disadari pada tahap awal karena berkembang secara perlahan. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan penyempitan lapang pandang hingga berujung pada kebutaan. Meskipun tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, glaukoma masih dapat dikendalikan melalui pemeriksaan rutin serta pengobatan di rumah sakit atau dokter spesialis mata.
Adapun katarak umumnya terjadi akibat proses penuaan sehingga hampir semua orang berpotensi mengalaminya. Namun demikian, kondisi ini juga bisa terjadi pada bayi akibat faktor bawaan atau keturunan. “Perkembangan katarak dapat diperlambat dengan menjaga kesehatan mata. Operasi katarak juga terbukti dapat menurunkan risiko kecelakaan, patah tulang, hingga kecelakaan lalu lintas serta angka kematian pada lansia,” jelasnya.
Dalam penyuluhannya, dr. Tigor juga membagikan beberapa tips sederhana untuk menjaga kesehatan mata, di antaranya mengatur waktu penggunaan layar, menghindari paparan sinar ultraviolet secara langsung, melakukan pemeriksaan mata secara rutin minimal satu tahun sekali, berolahraga secara teratur, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
Menjelang akhir kegiatan, Wakil Ketua PW ‘Aisyiyah Jawa Timur Hj. Dra. Farida Muwafiq menyampaikan tausiyah Ramadhan bertema “Niatkan Ibadah Menggapai Ridho Allah.” Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama serta pembagian bingkisan kepada seluruh peserta lansia yang hadir.





0 Tanggapan
Empty Comments