Suasana Ramadan 1447 H terasa khidmat di Masjid Sabilul Muttaqin, Senin pagi (23/2/2026). Usai rangkaian pembiasaan salat duha berjamaah, kultum, dan tadarus Al-Qur’an, SMA Muhammadiyah 8 Gresik (SMAMDELA) secara resmi mengukuhkan 106 siswa dalam Program Pengabdian Masyarakat Ramadan 1447 H.
Prosesi yang berlangsung pukul 07.00–09.00 WIB tersebut menjadi momentum sakral sebelum para siswa terjun langsung ke tengah masyarakat. Program ini sekaligus menegaskan posisi SMAMDELA sebagai satu-satunya sekolah di wilayah Gresik Selatan yang memiliki program pengabdian Ramadan secara terstruktur.
Pengukuhan dipimpin Wakil Kepala Sekolah Bidang ISMUBA, Lukman Arif, S.Pd.I. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya momentum peningkatan ibadah personal, tetapi juga ruang pembelajaran sosial yang nyata dan kontekstual.
“Ilmu yang dipelajari di sekolah harus hidup di tengah masyarakat. Melalui program ini, siswa belajar memimpin, melayani, serta menjaga amanah,” ujarnya.
Prosesi dilanjutkan dengan penyematan simbolis tanda peserta oleh Ketua Panitia Program Pengabdian, Abdul Arkham, M.Pd. Penyematan tersebut diwakilkan kepada siswa kelas XII 4, Abi Abdillah, sebagai simbol kesiapan seluruh peserta dalam menjalankan tugas pengabdian selama tiga pekan ke depan.
Dari total 106 siswa, sebanyak 83 siswa bertugas mengajar mengaji di TPA/TPQ pada masjid atau musala yang berada di sekitar tempat tinggal masing-masing. Sementara itu, 23 siswa lainnya mendapat amanah menjadi imam sekaligus menyampaikan kultum dalam pelaksanaan salat tarawih di lingkungan masyarakat.
Program Pengabdian Masyarakat ini berlangsung mulai 23 Februari hingga 13 Maret 2026. Selama periode tersebut, para siswa tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga menjaga nama baik almamater dan keluarga. Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi ruang pembelajaran karakter yang memperkuat tanggung jawab, kedewasaan, serta kemampuan beradaptasi.
Kepala SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Emi Faizatul Afifah, dalam pesan khususnya menekankan pentingnya adab dan integritas selama bertugas.
“Gunakan tutur kata yang sopan dan santun, jaga nama baik almamater SMAMDELA, orang tua, dan diri sendiri. Pastikan mampu menyesuaikan diri dengan baik saat bertugas serta maksimalkan performa dalam setiap amanah yang diemban. Amanah ini harus dijaga sebaik-baiknya,” tegasnya.
Melalui program ini, Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai momentum ibadah personal, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran sosial yang hidup. Di tengah masyarakat, para siswa mempraktikkan nilai keilmuan, adab, dan kepemimpinan secara langsung. Inilah komitmen yang terus dijaga SMAMDELA dalam membentuk generasi berkarakter dan berdaya guna. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments