Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Telisik Sejarah Ampel, Tim MPID PWM Jatim Temui Dirut RPH Surabaya

Iklan Landscape Smamda
Telisik Sejarah Ampel, Tim MPID PWM Jatim Temui Dirut RPH Surabaya
Fajar Arifianto (empat dari kiri) bersama Tim MPID dan LDK di RPH Surabaya. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Tim Majelis Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur melakukan kunjungan ke Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya pada Rabu (17/12/2025) sore.

Kunjungan yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB ini menjadi bagian dari ikhtiar MPID PWM Jatim untuk menelusuri jejak sejarah kawasan Ampel, salah satu pusat wisata religi dan sejarah penting di Kota Surabaya.

Rombongan MPID PWM Jatim dipimpin oleh Agus Wahyudi, yang juga menjabat sebagai Pemimpin Redaksi PWMU.CO. Turut serta dalam kunjungan tersebut Azrohal Hasan, Anifatul Asfiyah, Wildan Nanda Rahmatullah, Nikmatul Fauziyah, dan Tanwirul Huda. Juga ada dua pengurus Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM Jatim, Andi Hariyadi dan Yusfit Effendi.

Telisik Sejarah Ampel, Tim MPID PWM Jatim Temui Dirut RPH Surabaya
Di Makam KH Mas Mansur kompel Masjid Sunan Ampel. Foto: Istimewa

Kedatangan tim MPID disambut Direktur Utama (Dirut) RPH Surabaya, H. Fajar Arifianto Isnugroho, S.Sos, M.Si. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan dialog yang konstruktif.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan utama berfokus pada sejarah kawasan Ampel yang memiliki nilai historis, religius, dan sosial yang sangat kuat. Ampel dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di Jawa Timur, sekaligus menjadi magnet wisata religi yang hingga kini terus hidup dan berkembang.

Agus Wahyudi menyampaikan, kunjungan ini sejalan dengan program MPID PWM Jatim, khususnya Muhammadiyah Historical Walk (MHW), sebuah inisiatif untuk menelusuri, mendokumentasikan, dan menghidupkan kembali narasi sejarah Islam dan Muhammadiyah melalui pendekatan literasi, digitalisasi, dan media.

“Kebetulan MPID memiliki program Muhammadiyah Historical Walk. Kami melihat banyak irisan yang bisa dikerjakan bersama, terutama dalam penggalian sejarah kawasan Ampel. Kami berharap ke depan bisa saling berkolaborasi untuk membuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Yudi.

Telisik Sejarah Ampel, Tim MPID PWM Jatim Temui Dirut RPH Surabaya
Di Masjid Takwa peninggalan KH Mas Mansur. Foto: Istimewa

Menurutnya, kawasan Ampel tidak hanya penting sebagai destinasi wisata religi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran sejarah yang kaya nilai peradaban, toleransi, dan dakwah Islam yang membumi.

Yudi menambahkan, ada beberapa jejak sejarah Muhammadih di kawasan Ampel ini. Di antaranya RS PKU Muhammadiyah, rumah dan Madrasah Mufidah peninggalan KH Mas Mansur, dan lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Dirut RPH Surabaya, H. Fajar Arifianto Isnugroho, menyambut baik inisiatif dan gagasan yang disampaikan oleh MPID PWM Jatim.

Dia menilai kolaborasi lintas institusi sangat penting untuk merawat memori kolektif kota, khususnya kawasan Ampel yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Surabaya.

Fajar menuturkan bahwa RPH Surabaya sebagai bagian dari kawasan Ampel juga memiliki jejak historis tersendiri yang tidak terpisahkan dari perkembangan kota dan kehidupan sosial masyarakat di sekitarnya.

Telisik Sejarah Ampel, Tim MPID PWM Jatim Temui Dirut RPH Surabaya
Menimati kuliner khas Timur Tengah. Foto: Istimewa

Oleh karena itu, kata Fajar, upaya pendokumentasian sejarah dinilai sangat relevan dan strategis.

“Kami terbuka untuk berkolaborasi. Jika ada program yang bertujuan mengangkat nilai sejarah, budaya, dan edukasi publik, tentu ini menjadi hal yang positif dan patut didukung,” ungkap penasihat MPDI PWM Jatim.

Kunjungan ini, imbuh dia, menjadi langkah awal untuk membuka peluang sinergi antara MPID PWM Jatim dan RPH Surabaya, khususnya dalam bidang literasi sejarah dan digitalisasi informasi.

Fajar yakin, melalui pendekatan media, dokumentasi, dan narasi yang kuat, sejarah kawasan Ampel diharapkan dapat disajikan secara lebih menarik, akurat, dan mudah diakses oleh generasi muda.

“Selain itu, diskusi juga menyinggung pentingnya mengemas sejarah tidak sekadar sebagai catatan masa lalu, tetapi sebagai sumber inspirasi dan pembelajaran nilai-nilai keislaman, kebangsaan, serta kemanusiaan,” terang doses Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Pertemuan ditutup dengan komitmen untuk terus menjalin komunikasi dan merumuskan bentuk kerja sama konkret ke depan.

Bagi MPID PWM Jatim, kunjungan ini menjadi bagian dari ikhtiar merawat sejarah, memperkuat literasi, dan menghadirkan dakwah kultural yang relevan dengan perkembangan zaman. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu