
PWMU.CO – SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) sukses menyelenggarakan kegiatan Manajemen Diri yang berlangsung selama empat hari, mulai Rabu (30/4/2025) hingga Sabtu (3/5/2025). Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Tembak Bedali, Lawang, dan diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI.
Program tahunan ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang tangguh, disiplin, serta bertanggung jawab melalui pendekatan pelatihan intensif dengan nuansa militer.
Manajemen Diri merupakan program pembinaan karakter yang dirancang secara holistik. Tujuan utamanya adalah membantu siswa mengembangkan kesadaran diri, memahami potensi pribadi, serta meningkatkan kepercayaan diri. Tahun ini, kegiatan dikemas dengan pendekatan semi-militer, menghadirkan pelatih-pelatih berpengalaman dari latar belakang militer yang secara langsung membimbing para siswa.
Selama empat hari penuh, para siswa ditempa secara fisik dan mental melalui berbagai kegiatan, seperti baris-berbaris (PBB), pelatihan kepemimpinan, penguatan wawasan kebangsaan, bela negara, penanaman nilai-nilai Pancasila, serta aktivitas lapangan seperti outbound dan jurit malam. Seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang untuk melatih kekompakan, keberanian, ketahanan mental, dan kedisiplinan siswa.
Salah satu nilai penting yang ditanamkan selama kegiatan adalah kesiapan dan ketanggapan terhadap instruksi. Para siswa dilatih untuk selalu sigap, tanggap, dan siap menerima konsekuensi dari setiap tindakan yang mereka ambil. Melalui pendekatan ini, mereka diajarkan untuk berpikir sebelum bertindak serta memahami dampak dari setiap keputusan dalam kehidupan nyata.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Budi Astjarjo, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu membawa perubahan nyata dalam diri siswa, baik secara mental maupun perilaku.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menggugah kepercayaan diri siswa untuk berani melakukan sesuatu, seperti berbicara di depan teman-temannya. Selain itu, siswa juga diharapkan mampu menghargai diri sendiri dan menghargai orang tuanya,” tuturnya.
Tidak hanya pihak sekolah, para orang tua pun turut memberikan apresiasi dan harapan besar terhadap kegiatan ini.
Yulia, orang tua dari Lakeisha Maulida, (kelas X.6) menyampaikan, “Dengan kegiatan yang membangun ini, jiwa kepemimpinan anak menjadi lebih terasah, dan anak juga belajar memanajemen dirinya sendiri untuk masa depannya.” ujarnya
Senada dengan itu, Arina, orang tua dari Amirah Quinn (kelas X.4), juga berharap kegiatan ini dapat melatih kemandirian siswa.
“Anak jadi belajar menghargai waktu dengan menggunakannya sebaik mungkin, serta memahami tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang siswa dan anak,” ujarnya.
Dari sisi peserta, kegiatan ini juga memberikan kesan dan pembelajaran yang mendalam.
Sementara itu, salah satu siswa kelas XI.13, Zaidan Nazarul, mengungkapkan, “Satu hal yang saya pelajari dari kegiatan ini adalah bahwa setiap kali kita diberi amanat, kita harus menyampaikannya dengan baik agar dapat dipercaya oleh orang lain.”
Melalui kegiatan Manajemen Diri ini, Smamda Surabaya berharap dapat mencetak generasi muda yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Diharapkan, perubahan ini akan tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti kebiasaan bangun pagi, datang ke sekolah tepat waktu, menyelesaikan tugas sesuai tenggat waktu, serta menaati aturan sekolah.
Dengan pendekatan pembinaan karakter berbasis pengalaman nyata dan kedisiplinan, Smamda Surabaya menunjukkan komitmennya dalam membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. (*)
Penulis David Hermawan Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments