
PWMU.CO – Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Madrasah Aliyah Muhammadiyah (MAM) 8 Takerharjo, Solokuro, Lamongan, menerapkan berbagai jenis model transaksi ekonomi Islam, Sabtu (21/6/2025). Mereka berjualan beragam makanan dan minuman seperti es capcin, gorengan, risol mayo, dan cireng isi.
Kepala madrasah, Sri Ismanifah SE dan Wakil Kepala Urusan Kesiswaan H Mushlihin SAg SPd mendukung kegiatan ini. Pasalnya, Allah menghalalkan jual beli. Lagipula, pendapatan yang paling utama dari seseorang adalah hasil usaha sendiri atau jual beli yang mabrur.
Pembuat dan penjual dagangan tersebut adalah bidang Ipmawati PR IPM MAM 8 Takerharjo. Mereka adalah Helsy, Liyana, Vira, Fara, Febri, Cindy, Indi, dan Sita. Pembantunya yaitu Ipmawan Aiga, Zahid, Bintang, Dafa, Azka, dan Nafis. Mereka telah memenuhi syarat sebagai penjual, di antaranya: berakal sehat, atas kemauan sendiri, balig, dan bukan pemboros.
Ipmawati menyatakan bahwa mereka mulai persiapan selama tiga hari. Mereka membeli bahan di Pasar Kranji dan frozen food Tunggul. Barangnya suci, alias bukan barang najis. Modalnya sekitar tiga ratus ribuan.
Berikutnya, Ipmawati membuat cireng. Caranya yaitu mendidihkan air, memasukkan 2 sdm tepung tapioka, dan diaduk hingga mengental, lalu mematikan api. Kemudian mencampur bahan dengan 250 gram tepung tapioka, garam, kaldu bubuk, dan bawang putih. Lantas menguleni adonan hingga tercampur. Bentuk adonan pun menjadi pipih dan didiamkan selama 10 menit.
Setelah itu, memanaskan minyak dengan api kecil dan menggoreng cireng hingga matang. Lalu diangkat dan ditiriskan.
Selain itu, Ipmawati juga membuat es capcin, gorengan, dan risol mayo.
Pada hari Sabtu petang, dagangan siap dijual. Es capcin: Rp5.000, gorengan: Rp2.000 dapat tiga, risol mayo: Rp2.000, cireng: Rp1.500. Pada pukul 20.39 WIB, dagangan sold out. Keuntungannya mencapai Rp200.000-an.
Adapun yang membeli adalah masyarakat Desa Takerharjo. Jumlah pembeli kurang lebih 100 orang. Mereka tidak idiot dan tidak ada unsur paksaan.
Penulis Mushlihin Editor Zahra Putri Pratiwig





0 Tanggapan
Empty Comments