Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan pengelolaan sekolah, SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) mengadakan kegiatan studi tiru ke SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) pada Jumat (8/8/2025).
Kegiatan yang diikuti oleh 31 guru dan pimpinan ini menjadi kesempatan berharga bagi para pendidik dan pengelola sekolah. Selain sebagai ajang berbagi pengalaman, kegiatan ini juga bertujuan mempererat silaturahmi antar lembaga pendidikan.
Kepala SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Emi Faizatul Afifah MSi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah untuk bersilaturahmi dan belajar dari Smamita.
“Alhamdulillah akhirnya kita bisa bersilaturahmi ke sekolah yang luar biasa, SMA Muhammadiyah 1 Taman. Kunjungan ini sudah kami rencanakan sejak setahun lalu, namun baru dapat terealisasi hari ini. Rekomendasi untuk berkunjung ke Smamita kami dapatkan dari teman saat kegiatan Diskupala. Kami melihat profil Smamita di media sosial, dan pencapaiannya sungguh luar biasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, kunjungan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan pembelajaran bagi seluruh guru dan jajaran struktural Smamdela, khususnya dalam hal pengembangan kurikulum, kesiswaan, sarana prasarana, Ismuba, humas, dan marketing.
“Kami berharap kunjungan ini bukan yang pertama dan terakhir. Semoga silaturahmi dan komunikasi yang baik bisa terus terjalin. Meski nama Smamdela belum sebesar Smamita, kami ingin meniru hal-hal positif yang telah dilakukan di sini,” tuturnya.
Direktur SMA Muhammadiyah 1 Taman, Edwin Yogi Laayrananta MIKom, yang baru tiba dari Singapura, turut menyambut rombongan Smamdela. Ia mengarahkan para tamu menuju Laboratorium Demokrasi lantai 2 untuk saling berkenalan dengan jajaran wakil kepala sekolah dan staf.
Dalam sambutannya, Edwin mengisahkan perjalanan Smamita yang berdiri sejak 1968 dan mulai melakukan proses rebranding pada 2017.
“Selama delapan tahun terakhir, kami melakukan perubahan besar, mulai dari strategi pembiayaan, segmentasi pasar, hingga program kegiatan. Rebranding ini membawa Smamita menjadi sekolah Muhammadiyah tertua di Kabupaten Sidoarjo yang terus beradaptasi dengan perkembangan zaman,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan keunikan Smamita yang berada di perbatasan Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, serta hubungannya yang harmonis dengan berbagai pihak, termasuk masjid milik Nahdlatul Ulama yang berada tepat di depannya.
“Semoga silaturahmi ini membawa manfaat dan menjadi ladang pahala bagi kita semua. Mohon maaf jika ada kekurangan dalam penyambutan,” pungkas Edwin, yang juga Ketua Majelis Kader PCM Sepanjang. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments