Tidur itu nikmat Allah Subhaanahu wa Ta’ala yang patut disyukuri, sebab tidur merupakan waktu istirahat. Tubuh kita membutuhkan istirahat karena itu merupakan hak badan yang harus kita penuhi.
Kita telah lama menggunakannya dalam berbagai aktivitas, terutama dari pagi sampai sore. Ada yang terbiasa tidur siang, ada pula yang hanya tidur malam, tentu bergantung pada pekerjaan masing-masing.
Tidur dapat mengembalikan kepayahan menjadi semangat kembali, apalagi jika disertai mandi pagi, dijamin segar bugar. Itulah yang kita rasakan. Dalam Al-Qur’an surat An-Naba’ ayat 9 disebutkan, “Kami jadikan tidur kalian istirahat.”
Dalam Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir karya Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al-Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam, disebutkan: “(Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat).” Makna subaata yakni berhenti dari kegiatan untuk istirahat. Sedangkan, Tafsir Muyassar memberikan arti: “Kami jadikan tidur untuk istirahat, padanya rasa tenang dan aman.”
Tidur dalam Pandangan Al-Qur’an
Tidur memiliki tiga makna sebagai berikut:
Pertama, Tidur sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah tidurmu di waktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” (Ar-Rum: 23)
Dari ayat ini kita dapat memahami bahwa tidur merupakan kesempatan untuk beristirahat, sedangkan siang hari untuk mencari nafkah dengan berbagai aktivitas sesuai profesi masing-masing. Kebermanfaatan tersebut akan dirasakan oleh siapa pun yang melakukannya.
Kedua, Tidur merupakan salah satu bentuk rahmat Allah sebagaimana firman-Nya:
“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan supaya kamu bersyukur.” (Al-Qashash: 73)
Pada ayat di atas disebutkan bahwa tidur merupakan rahmat Allah. Rahmat berarti kasih sayang Allah. Setiap orang yang diberi kasih sayang Allah akan memiliki peluang berbuat kebaikan tanpa berpikir lama.
Rahmat Allah selalu berpihak pada orang yang berbuat baik. Jika tidur adalah rahmat dari Allah, berarti tidur itu sangat bermanfaat dan harus dilakukan oleh seorang mukmin.
Ketiga, Tidur merupakan nikmat Allah yang patut disyukuri dengan memanfaatkannya sesuai kehendak Allah Subhaanahu wa Ta’ala, termasuk pergantian siang untuk beraktivitas dan malam sebagai waktu untuk tidur atau istirahat.
Banyak tidur, banyak makan, dan banyak bicara tidak diperbolehkan karena tergolong berlebih-lebihan. Semua yang berlebih-lebihan dan mengarah pada hal-hal negatif dilarang, sebagaimana perintah makan dan minum disertai larangan untuk berlebih-lebihan.
Dari paparan sederhana tentang tidur ini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa tidur sangat bermanfaat bagi kesehatan. Dengan tidur, semangat, pikiran, dan badan kita menjadi segar kembali sehingga berpikir pun lebih nyaman dan tenang.
Tidur, yang merupakan rahmat Allah Subhaanahu wa Ta’ala, memberikan pengaruh positif dalam aktivitas sehari-hari.
Kenikmatan tidur yang kita rasakan sangat luar biasa. Karena itu, kesyukuran wajib kita lakukan dengan penuh keikhlasan. Tidur memang terlihat sepele, tetapi memiliki pengaruh besar dalam dunia kesehatan. Mari kita atur waktu tidur kita untuk menggapai kebaikan dan menjaga kesehatan.





0 Tanggapan
Empty Comments