Usai mengikuti apel bersama lintas Ortom Muhammadiyah tingkat ranting, para guru MIM 08 Pelangwot langsung melanjutkan agenda rapat dinas persiapan PSAS semester ganjil di ruang guru, Selasa (18/11/2025).
Rapat yang dihadiri seluruh guru dan tenaga kependidikan itu berlangsung hangat meski beberapa tidak dapat hadir karena berhalangan.
Kepala Madrasah Ali Imron, S.Pd.I., membuka pembinaan dengan kalimat yang menggugah. “Pembelajaran di era saat ini tidaklah mudah,” ujarnya. Menurutnya, tantangan pendidikan modern bukan hanya soal teknologi, tetapi juga nilai moral dan spiritual.
Guru tidak hanya dituntut memahami kurikulum, tetapi juga menjaga hati, niat, serta keteladanan. Di tengah derasnya arus digital, guru harus menjadi jangkar karakter bagi peserta didiknya.
Dalam penyampaiannya, Ali Imron mengutip Surah An-Nahl ayat 28 yang menegaskan bahwa setiap anak membawa fitrah belajar.
Proses belajar adalah sunnatullah, dan tidak ada anak yang bodoh hanya potensi yang belum tergali. Karena itu, guru bukan semata penyampai materi, tetapi fasilitator yang membantu membuka pintu potensi siswa.
“Kadang bukan anak yang sulit belajar, tetapi kita yang harus lebih kreatif menuntun fitrah itu,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan pembelajaran berbasis digital, namun dengan penekanan pada makna di balik penerapannya. Guru harus mengajarkan cara belajar, bukan sekadar memberi tugas. Guru harus membimbing akhlak, karena teknologi tidak mampu memberi teladan. Literasi digital perlu dikuatkan agar siswa bijak bermedia sosial.
Pembelajaran pun harus dikembangkan kreatif dan sesuai karakter generasi visual. Dan yang paling penting, guru tetap menjadi inspirasi, peran yang tak mungkin digantikan oleh mesin.
Rapat mendadak riuh ketika di akhir pembinaan, kepala madrasah memberikan penghargaan “Edufluencer of the Year” kepada tiga guru MIM 08 Pelangwot. Mereka adalah:
• Nur Inayati – Guru & Wali Kelas 1
• Hikmatul Karomah – Guru & Operator Madrasah
• Zurista Nur Awwaliyah – Guru Bahasa Arab & Wali Kelas 4
Satu per satu penerima penghargaan maju menerima piagam dan berfoto bersama kepala madrasah. Rasa haru dan bangga terlihat jelas di wajah mereka.
“Terima kasih kepada Bapak Kepala Madrasah yang selalu mendukung kami. Terima kasih juga kepada para siswa yang menjadi inspirasi dan motivasi kami untuk terus berinovasi,” ungkap Nur Inayati dengan suara bergetar.
Apresiasi tersebut terasa layak diberikan. Di usianya yang memasuki kepala lima, sebagian guru biasanya mulai mengandalkan metode ceramah. Namun berbeda dengan Bu Inayati, ia justru aktif menggunakan media digital dalam pembelajaran dan menularkan energi positif kepada rekan guru lainnya.
Tak heran bila Hikmatul Karomah serta Zurista Nur Awwaliyah ikut “tertular semangat” hingga rajin mengunggah aktivitas pembelajaran ke media sosial sebagai dokumentasi sekaligus inspirasi.
Suasana rapat makin cair ketika memasuki agenda pembentukan panitia PSAS. Tanpa diduga, ketiga edufluencer tersebut justru ditunjuk sebagai panitia inti:
• Ketua: Nur Inayati
• Sekretaris: Zurista Nur Awwaliyah
• Bendahara: Hikmatul Karomah
• Distribusi Soal: Siti Mazidah
Para guru pun tertawa kecil melihat “kebetulan manis” itu, bahwa mereka yang inspiratif kini diberi amanah menggerakkan jalannya evaluasi madrasah.
Rapat dinas ditutup dengan foto bersama seluruh dewan guru. Kegiatan hari itu bukan hanya menjadi ajang persiapan PSAS, tetapi juga penanda bahwa MIM 08 Pelangwot tengah bergerak menuju pembelajaran yang lebih inovatif, relevan, dan berkarakter, ditopang oleh guru-guru yang tak berhenti belajar dan menginspirasi. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments