
PWMU.CO – Penutupan Rapat Kerja (Raker) SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Gadung Surabaya pada Selasa (8/7/2025) berlangsung istimewa dengan melibatkan keluarga para guru.
Acara ini digelar di Flora Wisata Santerra Malang dan dihadiri oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, Ir H Lukman Rahim, beserta jajaran pimpinan lainnya dan Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PCM Wonokromo, Luluk Humaidah SPdI.
Salah satu agenda penting dalam acara tersebut adalah penyerahan tunjangan pensiun bagi tiga guru yang memasuki purna tugas per Rabu (30/7/2025) mendatang. Besaran tunjangan bervariasi berdasarkan masa kerja mereka di SD Musix. Besaran tunjangan bervariasi sesuai dengan masa kerja masing-masing guru di SD Musix. Ustadzah Badriyah, yang telah mengabdi selama 40 tahun, Ustadz Moh Ali SAg dengan masa kerja 26 tahun, serta Ustadzah Yeni Henita SPd yang telah mengabdi selama 19 tahun. Seluruhnya menerima penghargaan yang layak atas dedikasi mereka.
Pembayaran tunjangan tersebut dilakukan secara bertahap, di mana 30 persen diserahkan secara tunai di awal, dan 70 persen sisanya akan diterima setiap bulan selama tiga tahun mulai Juli 2025 hingga 30 Juni 2028 mendatang.
Setelah pembacaan Surat Keputusan Purna Tugas oleh Kaur Kepegawaian dan Sumber Daya Insani SD Musix, Puspitawati SPd, Surat Keputusan tersebut diserahkan oleh Lukman Rahim secara simbolis. Sementara itu, Luluk Humaidah juga turut menyerahkan dana sebagai bagian dari penghargaan ini.
Dalam sambutannya, Lukman Rahim, menyampaikan harapan agar seluruh guru dan karyawan mendapatkan jaminan kesejahteraan hingga purna tugas.
“Kami berharap seluruh guru dan karyawan mendapatkan jaminan kesejahteraan hingga masa purna tugas, agar mereka dapat menjalankan pengabdian dengan tenang dan sepenuh hati dalam mendarmabaktikan hidupnya untuk Muhammadiyah, sekolah, serta dalam mendidik anak-anak,” ujarnya.
Yang tak kalah menarik, sekolah juga menghadiahkan karikatur unik yang sarat makna kepada para guru. Kepala SD Musix, Munahar, menjelaskan bahwa karikatur ini dipesan khusus sebagai tanda penghormatan kepada para guru yang telah mengabdikan jiwa dan raga mereka selama bertahun-tahun.
“Karikatur ini terdiri dari gambar wajah guru, sebagai representasi wajah yang selalu menginspirasi dan mendidik siswa dengan kasih sayang. Ada pula gambar siswa yang belajar bersama, simbol dari semangat kolaborasi yang mencerminkan hubungan harmonis antara guru dan siswa,” jelasnya.
Tak hanya itu, adanya ikon Ka’bah juga melambangkan penghargaan berupa reward umrah yang diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para guru.
“Bagi kami, bentuk penghargaan tertinggi di sekolah berbasis Islam adalah memberikan reward berupa biaya perjalanan umrah atau haji ke Tanah Suci,” tambah Munahar.
Munahar juga menambahkan bahwa di karikatur juga terdapat ikon negara Malaysia dan Singapura sebagai simbol program studi banding yang pernah diadakan oleh SD Musix, di mana para guru diajak untuk melihat langsung praktik pendidikan terbaik di kedua negara tersebut. Hal ini merupakan wujud komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta profesionalisme para guru.
“Dengan menyatukan semua elemen ini dalam karikatur, sekolah berharap dapat meningkatkan motivasi dan semangat para guru dalam tugas mulia mereka serta memperkuat ikatan antaranggota komunitas sekolah,” pungkasnya.
Penghargaan-penghargaan ini diharapkan tidak hanya memberi kesan mendalam bagi para guru yang purna tugas, tetapi juga menjadi dorongan bagi para guru yang masih aktif untuk terus mengabdi secara totalitas dan ikhlas demi mencetak generasi unggul di masa depan. (*)
Penulis Anisa Herwati Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments