
PWMU.CO – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Negeri Surabaya Komisariat Ganesha menyelenggarakan Darul Arqam Dasar (DAD) pada tanggal (25-27/6/2025) di SD Muhammadiyah 1 Menganti, Gresik.
Kegiatan perkaderan utama IMM ini mengangkat tema “Kader inovatif: nyalakan suluh gerakan berkelanjutan”. Dengan harapan dapat menjadi awal yang baik dalam membentuk kader-kader berkualitas yang mampu melanjutkan gerakan Muhammadiyah.
Para peserta DAD merupakan calon kader IMM dari beberapa kampus seperti Universitas Negeri Surabaya, Universitas Madura, Universitas Islam Madura, dan Universitas Muhammadiyah Gresik. Terhitung 24 peserta turut hadir dalam kegiatan yang menjadi gerbang awal untuk bergabung sebagai kader IMM.
Selama tiga hari, peserta diberikan berbagai materi dan terlibat dalam diskusi interaktif bersama instruktur. Di hari pertama peserta diberikan materi terkait Al-Islam yang disampaikan secara langsung oleh Ahmad Ghozi Al-Afnan SAg. Beliau menyampaikan beberapa fondasi yang harus dipahami oleh seorang Muslim.
“Meskipun kita sudah dilabeli islam dari lahir, kita perlu memperdalam kembali ilmu-ilmu Islam dan tauhid! Karena tak jarang, orang islam sendiri kurang memahami sejarah dan esensi islam itu sendiri. Selain itu para peserta juga diberikan pemahaman terkait Apa itu Muhammadiyah?” tuturnya.
Materi tersebut dibawakan oleh Fauzan Afandi. Dalam penyampaiannya, Fauzan juga menjelaskan sejarah Muhammadiyah dan pokok pemikiran Muhammadiyah yang melandasi gerakan Muhammadiyah sampai saat ini.
Di hari kedua, para peserta juga dibekali dengan materi Ke-IMMan yang disampaikan oleh Nur Fairuz Faizatul. Faza menuturkan bahwa agar dapat mengenal lebih dalam tentang apa itu IMM? Kita perlu mengetahui sejarahnya.
Pondasi Organisasi
Selanjutnya, para peserta juga dibekali dengan materi sense of belonging yang disampaikan oleh Devi Meyla dan creative thinking yang disampaikan oleh Norlin. Kedua materi ini saling berkaitan dan berkontribusi dalam membangun suatu organisasi. Di mana sebagai anggota suatu organisasi kita harus memiliki rasa peduli terhadap sesama, saling mengingatkan akan tugas dan lain sebagainya.
Dalam prosesnya, kader suatu organisasi juga diharapkan memiliki pola pikir kreatif guna mengembangkan program-program di dalam organisasi.
Dis amping lima materi di atas, peserta juga dibimbing untuk melakukan analisis sosial terkait materi yang telah dikaji. Analisis sosial dilakukan dalam forum Group Discussion yang dipandu secara langsung oleh instruktur. Tujuan dari adanya forum ini adalah untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis calon kader dan kemampuan memecahkan masalah.
Dengan adanya DAD ini, diharapkan hubungan yang terjalin antar peserta tidak hanya berakhir pada penutupan acara. Selain itu, diharapkan kolaborasi antar anggota IMM dari berbagai kampus dapat terus berlanjut dan semakin kuat untuk mendukung kemajuan di berbagai bidang, terutama di era kolaborasi saat ini. Sinergi lintas disiplin ilmu sangat penting untuk mencapai hasil yang optimal.
Para peserta juga mendapatkan pengalaman langsung saat sesi diskusi kelompok dan studi kasus sedang berlangsung.
Selain itu, suasana kebersamaan selama DAD turut memperkuat ikatan antar peserta dari berbagai kampus. Kebersamaan tersebut tercipta dari kegiatan-kegiatan kelompok seperti permainan outdoor. Melalui permainan tersebut peserta juga dapat saling mengenal dan membangun relasi yang solid. Hal ini diharapkan dapat memicu kolaborasi lebih lanjut antar IMM kampus-kampus yang terlibat, serta menciptakan jaringan kader IMM yang kokoh di masa depan.
Acara ini mencerminkan semangat IMM yang merupakan wadah pembinaan dan pengembangan diri yang menyeluruh bagi mahasiswa khususnya bagi mereka yang siap mengabdi dan berkontribusi bagi masyarakat.
DAD ini bukan hanya membekali peserta dengan pemahaman nilai-nilai IMM, tetapi juga menyiapkan mereka untuk menjadi kader Muhammadiyah yang berkualitas dan mampu melanjutkan pergerakan Muhammadiyah. (*)
Penulis Dika Agus Irawan Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments