
PWMU.CO – Mengawali tahun akademik 2025/2026, Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran, Lamongan menggelar Masa Ta’aruf Santri (MATSA), Selasa–Rabu, (8-9/7/2025). Sebanyak 121 santri putra dan 214 santri putri berpatisipasi dalam kegiatan ini.
Masa Ta’aruf Santri merupakan kegiatan tahunan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran, di mana semua santri baru dikenalkan pada nilai-nilai kepondokan, lingkungan pondok, dan segala hal yang berkaitan dengan kehidupan di pondok pesantren.
Hadir dalam acara tersebut Mudir II Fachruddin ST, Mudir III Chusnul Abid SPdI, Kepala MAM 02 Pondok Modern Muhammadiyah Paciran, Wakil Bidang Kurikulum MAM 02 Wasli Fauqi SKom, Kepala SMPM 25 Furqon Firmansyah MPd, Kepala Kepengasuhan Kepondokan Taqwim SPdI, serta seluruh musyrif dan musyrifah Pondok Modern Muhammadiyah Paciran.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Mudir III Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran, Chusnul Abid SPdI. Dalam sambutannya, Ia mengatakan pesan bermakna.
“Para santri itu harus saling toleransi. Santri yang besar menyayangi yang kecil dan yang kecil menghormati yang besar. Santri yang besar tidak boleh menindas yang kecil. Dan tentunya, di pesantren itu harus semangat dalam kegiatan dirosah Islamiyah dan senantiasa menjaga adab-adab sebagai seorang pelajar muslim,” tuturnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran, Taqwim SPdI juga menyampaikan tiga pesan dalam sambutannya.
“Di sini, saya ingin sedikit berpesan kepada semua santri yang hadir di sini, terutama bagi santri baru. Pertama, luruskan niat dalam belajar. Niatkan hanya untuk mencari rida dari Allah semata. Jika niat kita dalam menuntut ilmu itu karena Allah, maka langkah perjuangan kita dalam belajar akan Allah mudahkan dan terhitung sebagai fi sabilillah,” jelasnya.
Pada urutan kedua, ia menekankan pentingnya memilih teman yang baik dalam pergaulan. Menurutnya, teman memiliki pengaruh besar terhadap kepribadian seseorang. Bila seseorang bergaul dengan teman yang baik, maka besar kemungkinan ia akan ikut menjadi pribadi yang baik pula.
“Ketiga, ada nasihat dari Imam Asy-Syafi’i tentang enam syarat menuntut ilmu: 1. Cerdas, 2. Kemauan yang kuat, 3. Sungguh-sungguh dalam belajar, 4. Biaya yang cukup, 5. Bersahabat dengan ustaz/ustazah, 6. Dan tentunya, butuh waktu yang panjang,” paparnya.
Ketua Umum Organisasi Pesantren Putra, Muhammad Khodhi’ Naufal Hafriyanto, mengungkapkan harapannya dalam kegiatan ini.
“Kegiatan Masa Ta’aruf Santri periode 2025–2026 ini mengambil tema Jadikan Pertemuan sebagai Awal Kebersamaan. Kami berharap, bahwa dengan kegiatan MATSA ini bisa menjadi momentum terbaik bagi santri agar saling mengenal satu sama lain, menciptakan keakraban dan kebersamaan, saling memotivasi agar menjadi pribadi yang lebih baik dan tentunya bisa bersama bertumbuh dan berproses menjadi santri berbudi pekerti luhur dan paham terhadap ajaran agama,” pungkasnya.
Penulis Naurah Mumtazah Editor Zahra Putri Pratiwig





0 Tanggapan
Empty Comments