Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tiga Pilar Penggerak Pandu Tunas Athfal: IGABA, Majelis PAUD Dasmen, dan Kwartir Hizbul Wathan

Iklan Landscape Smamda
Tiga Pilar Penggerak Pandu Tunas Athfal: IGABA, Majelis PAUD Dasmen, dan Kwartir Hizbul Wathan
pwmu.co -
Fathurrahim Syuhadi, Ketua Kwarwil HW Jawa Timur. (Istimewa/PWMU.CO)
Fathurrahim Syuhadi, Ketua Kwarwil HW Jawa Timur. (Istimewa/PWMU.CO)

Oleh Fathurrahim Syuhadi, Ketua Kwarwil HW Jawa Timur

PWMU.CO – Pendidikan anak usia dini merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan masa depan. Dalam lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah, pembinaan karakter tersebut mendapat penguatan melalui Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan.

Jenjang Pandu Tunas Athfal yang menyasar anak-anak usia PAUD dan TK. Namun, pembinaan ini tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan sinergi tiga elemen penting sebagai pilar penggerak utama, yakni IGABA (Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal), PAUD Majelis Dikdasmen, dan Kwartir Hizbul Wathan. Ketiganya memiliki peran saling melengkapi, saling menguatkan, dan berkontribusi nyata dalam menanamkan nilai-nilai kepanduan sejak dini.

Pilar Pertama: IGABA – Pelaku Pendidikan yang Membumi

IGABA merupakan wadah profesional para guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA). Sebagai ujung tombak pendidikan anak usia dini di lingkungan Aisyiyah, para guru di bawah naungan IGABA berperan strategis dalam menghadirkan pendidikan yang ramah anak, berbasis nilai Islam, dan berkarakter kebangsaan.

Dalam konteks kepanduan, IGABA menjadi jembatan utama antara program pendidikan formal di kelas dengan kegiatan non-formal seperti Hizbul Wathan. Guru-guru IGABA bukan hanya mengajar calistung, tetapi juga menjadi pembina langsung bagi Pandu Tunas Athfal. Mereka mengenalkan barisan, salam pandu, doa harian, yel-yel semangat, hingga kegiatan berkemah sederhana yang disesuaikan dengan perkembangan anak.

Lebih dari itu, IGABA juga menjadi penggerak inovasi. Berbagai kegiatan Pandu Tunas Athfal yang menyenangkan dan edukatif lahir dari kreativitas para guru ABA. Mulai dari kegiatan baris-berbaris ceria, permainan edukatif, pawai, hingga pentas seni bertema kepanduan. Guru menjadi figur teladan yang menanamkan nilai tanggung jawab, kejujuran, kerja sama, dan keberanian kepada anak-anak.

Namun, peran ini tidak ringan. Dibutuhkan pelatihan berkelanjutan bagi guru agar mampu membina dengan pendekatan yang tepat. Di sinilah pentingnya dukungan dari dua pilar lainnya.

Pilar Kedua: Majelis PAUD Dasmen – Perancang Kebijakan dan Penjamin Mutu

Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Aisyiyah memiliki tanggung jawab besar dalam menjamin mutu pendidikan sejak usia dini. Di bawah koordinasi PAUD Dikdasmen, perencanaan program pendidikan termasuk penguatan karakter melalui Pandu Tunas Athfal menjadi lebih terstruktur dan terstandarisasi.

PAUD Dikdasmen menjadi penyusun kebijakan, kurikulum, dan pengembangan kapasitas guru. Dengan melakukan sinergi bersama IGABA dan Kwartir Hizbul Wathan, Majelis PAUD Dasmen memastikan bahwa kegiatan kepanduan tidak hanya menjadi kegiatan selingan atau simbolik, melainkan bagian integral dari proses pendidikan anak usia dini

Misalnya, dalam penyusunan kurikulum PAUD Aisyiyah, unsur kegiatan kepanduan Tunas Athfal perlu dimasukkan secara eksplisit dalam program pembiasaan, kegiatan luar kelas, dan muatan karakter. Dukungan Majelis PAUD Dasmen juga terlihat dalam bentuk fasilitasi pelatihan pembina, penyusunan buku panduan, hingga monitoring pelaksanaan program di tingkat sekolah.

Dengan koordinasi yang baik, PAUD Dikdasmen menjadi penghubung antara kebijakan nasional pendidikan anak usia dini dengan semangat khas Aisyiyah melalui Hizbul Wathan.

Pilar Ketiga: Kwartir Hizbul Wathan – Penjaga Nilai dan Roh Gerakan

Kwartir Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, baik di tingkat cabang, daerah maupun wilayah, memegang peran sentral sebagai penjaga nilai, ideologi, dan arah gerakan kepanduan. Dalam konteks Pandu Tunas Athfal, kwartir bertanggung jawab dalam membina para pembina, menyusun program latihan, dan memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan nilai dasar Hizbul Wathan.

Kwartir juga berperan dalam menggelar kegiatan akbar seperti Tunas Athfal Camp, Jambore Tunas Athfal (Jamtufal), pelatihan pembina, dan festival seni budaya pandu. Semua kegiatan ini memperkaya pengalaman anak dalam menjelajahi dunia luar kelas yang penuh nilai, keterampilan hidup, dan semangat kebersamaan.

Lebih penting lagi, kwartir membawa ruh kepanduan yang sesungguhnya: semangat pengabdian, nasionalisme, cinta tanah air, serta keteladanan spiritual yang berakar pada nilai-nilai Islam Berkemajuan. Dengan peran kwartir, Pandu Tunas Athfal tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga bagian dari gerakan kaderisasi Hizbul Wathan yang berjenjang, sistematis, dan berkelanjutan.

Sinergi Tiga Pilar: Kunci Keberhasilan Gerakan Pandu Tunas Athfal

Ketika ketiga pilar ini IGABA, Majelis PAUD Dikdasmen dan Kwartir Hizbul Wathan bersinergi dengan harmonis, maka Pandu Tunas Athfal akan tumbuh menjadi gerakan yang kuat. Sinergi ini bukan hanya sebatas koordinasi administratif, tetapi menyentuh aspek nilai, ideologi, dan praksis pendidikan anak usia dini.

IGABA sebagai pelaksana langsung di lapangan, menyemai nilai-nilai dalam keseharian.

Majelis PAUD Dikdasmen sebagai penata arah kebijakan dan fasilitator penguatan mutu.

Kwartir Hizbul Wathan sebagai pemegang ruh gerakan dan penjaga identitas kepanduan.

Kolaborasi ini melahirkan generasi cilik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, mandiri, dan memiliki semangat kepanduan sejati. Mereka menjadi cikal bakal kader Muhammadiyah yang akan tumbuh dalam rel dakwah dan tajdid.

Tiga pilar penggerak Pandu Tunas Athfal—IGABA, PAUD Dikdasmen, dan Kwartir Hizbul Wathan—bagaikan kaki-kaki kokoh penyangga sebuah bangunan besar. Bangunan itu adalah masa depan generasi Muhammadiyah. Jika sinergi ini terus diperkuat, maka Pandu Tunas Athfal bukan hanya menjadi program, tapi menjadi gerakan yang benar-benar hidup, menyala, dan membekas dalam jiwa anak-anak Indonesia. (*)

Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu