Laga hidup-mati akan dijalani Hizbul Wathan Football Club (HWFC) pada lanjutan Kompetisi Liga 4 Jawa Timur musim 2025–2026. Tim berjuluk Laskar Matahari dijadwalkan menghadapi Perseta Tulungagung di Lapangan Gajayana, Kota Malang, pada sore ini, Jumat (9/1/2026) dengan kick off pukul 15.00 WIB.
Pertandingan ini menjadi penentuan nasib HWFC di fase grup. Kemenangan adalah harga mati jika ingin menjaga asa lolos ke babak 16 besar, sembari berharap hasil laga lain berpihak.
Pelatih HWFC, Juli Adam, menegaskan bahwa anak asuhnya berada dalam kondisi siap tempur jelang laga krusial tersebut. Dia menyebut persiapan tim berjalan sesuai rencana, baik secara fisik, taktik, maupun mental.
“Kami sadar betul ini pertandingan penentuan. Para pemain sudah kami siapkan untuk tampil disiplin, fokus, dan berani mengambil inisiatif sejak menit awal. Tidak ada ruang untuk lengah,” ujar Juli Adam dalam keterangannya.
Menurutnya, laga melawan Perseta tidak hanya soal strategi, tetapi juga mental bertanding. Dia meminta para pemain untuk bermain lepas namun tetap penuh tanggung jawab.
“Kami ingin pemain menikmati pertandingan, bermain dengan hati, dan menunjukkan karakter HWFC sebagai tim pejuang,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur HWFC, Ir. Sudarusman, menyampaikan optimisme tinggi menjelang laga penentuan. Ia menilai peluang HWFC masih terbuka lebar dan timnya siap memberikan kejutan.
“Kami datang bukan sebagai pelengkap. HWFC siap tampil maksimal dan memberikan kejutan. Target kami jelas, berjuang sampai akhir demi tiket 16 besar,” tegasnya.
Dia juga mengajak seluruh elemen tim, mulai dari pemain, pelatih, hingga ofisial, untuk menjaga kekompakan dan semangat juang dalam laga krusial tersebut.
Semangat HWFC menjelang laga penentuan juga diperkuat dengan nilai-nilai spiritual. Frasa “Nashrun minallah wa fathun qarib” yang berarti “Pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat” dari Al-Qur’an Surat Ash-Shaff ayat 13, menjadi sumber motivasi bagi tim.
Ungkapan ini mengandung pesan optimisme bahwa pertolongan Allah akan datang bagi mereka yang bersungguh-sungguh dalam perjuangan. Harapan dan doa pun mengalir agar HWFC diberikan hasil terbaik di laga pamungkas.
Berdasarkan klasemen sementara grup, Persedikab Kediri kokoh di puncak dengan koleksi enam poin. Posisi kedua ditempati Persema Malang dengan dua poin hasil dari dua kali imbang.
Sementara itu, Perseta Tulungagung dan HWFC berada di posisi berikutnya dengan masing-masing mengoleksi satu poin dari hasil satu kali kalah dan satu kali imbang.
Meski baru mengantongi satu poin, peluang HWFC untuk lolos masih terbuka. Segalanya akan ditentukan pada laga terakhir fase grup.
Skenario Lolos ke 16 Besar
HWFC dipastikan lolos ke babak 16 besar jika mampu meraih kemenangan atas Perseta Tulungagung, sementara di pertandingan lain Persema Malang kalah dari Persedikab Kediri.
Dalam skenario tersebut, HWFC akan mengoleksi empat poin dan finis di posisi kedua klasemen.
Namun, kemungkinan lain juga masih terbuka. Jika laga-laga terakhir berakhir imbang, berpotensi terjadi tiga tim dengan poin sama.
Sesuai regulasi Liga 4 Jawa Timur, penentuan peringkat akan dilakukan secara berurutan melalui selisih gol, jumlah gol yang dicetak, hasil head-to-head, poin fair play (akumulasi kartu), hingga undian apabila seluruh indikator masih sama.
Dengan segala kemungkinan yang ada, laga antara HWFC kontra Perseta Tulungagung bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah pertaruhan harga diri, semangat juang, dan masa depan tim di kompetisi Liga 4 musim ini.
Kini, semua mata tertuju ke Lapangan Gajayana. Akankah Laskar Matahari mampu menuntaskan misi dan melangkah ke babak 16 besar? Jawabannya akan terukir di lapangan hijau Jumat sore nanti. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments