Tim Inklusi PD Aisyiyah Bojonegoro menggelar Pelatihan Penguatan Perspektif GEDSI bagi Aparat Desa di Aston City Hotel Bojonegoro, Sabtu (17-18/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh perangkat desa dan Ketua BPD dari 46 desa yang ada di Kabupaten Bojonegoro.
“Desa adalah lokus pembangunan paling dekat dengan masyarakat, oleh karena itu dalam rangka mendorong pengarusutamaan Gedsi maka kita perlu meningkatkan kapasitas aparat desa tentang Gedsi. Hal serupa yang sedang diupayakan oleh Program Inklusi ini yaitu tidak ada diskriminiasi untuk kelompok manapun”, jelas Zuliyatin Lailiyah, S.Pd.I selaku Ketua PD Aisyiyah Kabupaten Bojonegoro
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya GEDSI dalam pembangunan bagi aparat desa. Kemudian aparat desa dapat melakukan analisis GEDSI dalam ruang lingkup pembangunan di desa masing – masing. Sehingga kedepannya ada rencana tindak lanjut pengarusutamaan GEDSI dalam pembangunan di desa.
Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah M.Si selaku Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah menyampaikan bahwa Aisyiyah ingin terus bermitra dengan bapak/ibu aparat desa. Sehingga kita dapat bersama-sama memajukan dan menguatkan pembangunan daerah, khususnya Kabupaten Bojonegoro.
“Jadi kelompok-kelompok yang saat ini masih ditinggalkan nantinya dapat ikut serta dalam berbagai kegiatan pembangunan yang ada di desa maupun daerah,” tambahnya.
Dalam kegiatan ini, Tim Inklusi Kabupaten Bojonegoro menggandeng Bappeda, DP3AKB, DPMD, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur serta Pimpinan Pusat Aisyiyah sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.
GEDSI dalam Pembangunan Desa
Dalam kegiatan ini Dr. Wiwik retnoningsih, M.Pd (Bappeda) menyampaikan materi tentang Kebijakan dan Perencanaan Pembangunan Berperspektif GEDSI. Kemudian dilanjutkan dengan Siti Dalilah Candrawati (Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur), dan Heny Hikmawati, S.E (Pimpinan Pusat Aisyiyah) menyampaikan tentang Penguatan Gedsi Untuk Mewujudkan Masyarakat Inklusif.
Selain itu, materi mengenai Penguatan Gedsi Untuk Mewujudkan Masyarakat Inklusif disampaikan oleh Silviana Nurbaida, SE, MM. (DP3AKB).
Tri Hastuti Nur Rochimah menegaskan kembali tentang Gedsi dalam Perspektif Islam dan Strategi Penguatan Gedsi. Kemudian Bapak Muhammad Imam Affan (DPMD) yang menyampaikan materi tentang Mainstreaming GEDSI dalam Pembangunan Desa
Kegiatan diakhiri dengan membuat Rencana Tindak Lanjut atas masalah yang ada di Desa. Salah satu contoh kasus yang ada di Desa adalah masyarakat dengan ekonomi yang masih dibawah dan penderita HIV/Kusta/TBC tidak dapat mengakses layanan kesehatan.
Rencana tindak lanjut yang akan dilakukan adalah sosialisasi/penyuluhan yang melibatkan pemerinta desa dan tenaga kesehatan melalui RT/RW tentang Gedsi. Selain itu juga melakukan advokasi pendampingan oleh pemerintah desa serta memberikan bantuan sesuai dengan program pemerintah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments