Lembaga Pembinaan Pondok Pesantren (LP2) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo bekerja sama dengan Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo) menyelenggarakan Pelatihan Bahasa Arab Langsung bagi para guru bahasa Arab di pondok pesantren Muhammadiyah se-Kabupaten Ponorogo.
Kegiatan yang berlangsung di Aula PDM Ponorogo pada Sabtu (9/8/2025) ini diikuti dengan penuh semangat oleh 27 guru dari sembilan pondok pesantren Muhammadiyah.
Pelatihan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 15.00 WIB ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para guru dalam berbahasa Arab secara aktif dan komunikatif, serta memperkuat kompetensi mereka dalam metodologi pengajaran yang efektif. Pemateri berasal dari Tim Pengabdian Umpo dan dosen Bahasa Arab Fakultas Agama Islam (FAI) Umpo yang berpengalaman, termasuk di antaranya lulusan dari Sudan dan Maroko.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Umpo, Dr Alif Sugianto MHum menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan hasil kerja sama strategis antara Tim Pengabdian Masyarakat FAI Umpo dengan LP2 PDM Ponorogo.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Arab secara optimal, didukung oleh pemateri yang memiliki kompetensi bertaraf internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LP2 PDM Ponorogo, Dr Imam Rohani MPd membuka sambutan dengan menggunakan bahasa Arab sekaligus menyapa perwakilan dari masing-masing pesantren yang hadir. Ia menekankan pentingnya penguasaan empat keterampilan berbahasa Arab (maharatul kalam, qira’ah, kitabah, dan istima’), dengan penekanan khusus pada keterampilan berbicara (maharatul kalam) dalam pelatihan kali ini.
Imam juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi oleh pesantren Muhammadiyah di Ponorogo, salah satunya adalah keterbatasan sumber daya manusia yang menghambat implementasi kurikulum resmi dari LP2 PP Muhammadiyah.
“Semoga pembelajaran ini tidak berhenti sampai di pelatihan ini saja, tetapi terus berlanjut secara istiqamah,” harapnya.
Materi pelatihan dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu: pengajaran bahasa Arab modern berbasis komunikasi, penguatan kemampuan bahasa Arab komunikatif melalui muhadatsah dan simulasi mengajar, serta metodologi pengajaran yang efektif dengan pemanfaatan media dan evaluasi pembelajaran. Metode yang digunakan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, drill dan roleplay, hingga penugasan dan refleksi.
Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta. Selain peningkatan keterampilan berbahasa Arab, pelatihan ini juga menghasilkan modul pembelajaran, rencana tindak lanjut, serta membangun jejaring guru bahasa Arab antar-pesantren Muhammadiyah di Ponorogo.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen berkelanjutan, diharapkan kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan mutu pengajaran bahasa Arab di lingkungan pesantren Muhammadiyah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments