SD Muhammadiyah 29 Surabaya (SD Mudalan) menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Guru dan Karyawan.
Adapun Raker ini terselenggara dalam upaya memperkuat mutu pendidikan dan mempererat tali silaturahmi antar-keluarga besar sekolah.
Lebih lanjut, kegiatan ini berlangsung khidmat sekaligus menyegarkan di The Cube Hotel, Yogyakarta, pada Jumat hingga Minggu (10-12/04/2026).
Evaluasi Menyeluruh
Kepala SD Muhammadiyah 29 Surabaya, Ustadz Jatim MA menyampaikan bahwa agenda utama dari pertemuan ini adalah melakukan evaluasi menyeluruh. Serta merancang strategi baru demi meningkatkan kualitas program sekolah di masa mendatang.
Menurut Ustadz Jatim, peningkatan kualitas adalah sebuah keniscayaan yang harus terus diupayakan oleh lembaga pendidikan. Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi raker pun bukan tanpa alasan.
”Peningkatan kualitas itu sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari, itu harus. Dan kenapa kita sampai di Jogja? Ini untuk memberikan motivasi lebih kepada seluruh guru dan karyawan” ujarnya.
Hal yang unik dalam Raker kali ini adalah pelibatan pasangan (suami/istri) dari para guru dan karyawan. Ustadz Jatim menekankan bahwa keberhasilan seorang staf di sekolah tidak lepas dari dukungan penuh keluarga di rumah.
”Support dari pasangan itu sangat penting. Keberhasilan suami tidak lepas dari andil istri di rumah, begitu juga sebaliknya. Maka, raker ini kami kemas juga sebagai bentuk refreshing atau family gathering agar suasana kerja ke depan lebih kondusif” tambahnya.
Kegiatan yang terhadiri oleh sekitar 40 guru dan karyawan, dengan total rombongan mencapai 85 orang termasuk keluarga dan pimpinan, ini diharapkan mampu melahirkan tim yang lebih solid.
Ustadz Jatim berharap, melalui raker ini, akan muncul semangat kebersamaan yang kuat yang berdampak langsung pada kemajuan sekolah.
”Harapan ke depan, semakin muncul soliditas tim yang berdampak pada perkembangan dan kemajuan SD Muhammadiyah 29 Surabaya. Jika sekolah semakin maju dan berkualitas, maka secara otomatis sekolah kita akan menjadi lembaga yang luar biasa” tegasnya.
Apresiasi dan Tantangan
Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukomanunggal bidang Dikdasmen dan PNF, Jihadudin Awwal SPd MM memberikan apresiasi sekaligus tantangan bagi seluruh civitas akademika SDM 29 Surabaya.
Ia menekankan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi kompetisi yang sangat berat, sehingga inovasi menjadi kunci keberlangsungan sekolah.
Salah satu poin utama Jihadudin sampaikan adalah keunikan SDM 29 Surabaya yang menerapkan program Tahfidz Berkemajuan.
Berbeda dengan banyak sekolah lain yang menempatkan tahfidz sebagai kegiatan ekstrakurikuler, di SDM 29, tahfidz telah diintegrasikan sepenuhnya ke dalam kurikulum reguler.
”Sekolah kita memiliki program tahfidz berkemajuan yang belum ada di sekolah lain di Surabaya. Ini bukan lagi sekadar ekstrakurikuler, tapi sudah masuk ke dalam kurikulum inti” tegasnya di hadapan para peserta raker.
Jihadudin juga menitipkan pesan penting bagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya untuk mulai merumuskan keberlanjutan pendidikan bagi lulusan penghafal Al-Qur’an ini.
Ia berharap ada kesinambungan program dari tingkat SD hingga SMA agar target hafalan siswa dapat meningkat secara bertahap hingga mencapai 30 juz.
Hal ini dinilai krusial mengingat tingginya minat dan kuota jalur prestasi tahfidz di Perguruan Tinggi.
“Sudah ada penelitian bahwa anak yang mampu menghafal Al-Qur’an dengan detail, biasanya akan lebih mudah dalam menguasai pelajaran umum lainnya. Ini sudah bukan rahasia lagi” tambahnya.
Jihadudin berharap, kegiatan Raker yang terbalut dengan suasana keakraban di Yogyakarta ini dapat memicu semangat dan gairah baru bagi seluruh guru dan karyawan saat kembali ke Surabaya nanti.
”Semoga kita pulang membawa semangat baru untuk membesarkan SD Mudalan (SD Muhammadiyah 29) Surabaya. Mari kita niatkan setiap langkah ini sebagai amal ibadah yang diridhai Allah SWT” harapnya.
Arahan Pengawas Sekolah
Sementara itu, Pengawas Sekolah Dasar Wilayah Surabaya Barat, Drs H Mudjoko MSi turut memberikan arahan serta motivasi bagi seluruh tenaga pendidik dan kependidikan.
Mudjoko menekankan bahwa keberhasilan sebuah program kerja harus didasarkan pada landasan yang kuat. Ia berharap Raker ini dapat dilalui dalam dua tahapan utama:
- Refleksi dan Evaluasi: Meninjau kembali kegiatan di tahun sebelumnya. Apa yang sudah dicapai dengan baik dan mana yang belum maksimal akan menjadi bahan evaluasi bersama untuk ditindaklanjuti pada program mendatang.
- Inspirasi dan Inovasi: Menjadikan Raker sebagai wadah ide untuk satu tahun ke depan. Tujuannya agar sekolah memiliki garis-garis haluan kerja yang jelas guna meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan optimalisasi seluruh elemen di SD Muhammadiyah 29.
Tak hanya itu, ia juga menegaskan bahwa, peningkatan dan penguatan Pendidikan Karakter harus menjadi fokus utama sekolah.
”Saya sangat berharap penguatan pendidikan karakter menjadi wadah yang paling utama. Anak-anak kita tidak hanya mendapatkan pembekalan akademik, tetapi juga pembekalan non-akademik yang sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari” ujarnya.
Ia memaparkan beberapa contoh nyata implementasi karakter yang ingin dicapai, antara lain:
- Kedisiplinan dan Kejujuran: Membentuk integritas siswa sejak dini.
- Perilaku Baik dalam Keseharian: Mendorong siswa untuk terbiasa melakukan kebaikan setiap hari.
- Kecerdasan Emosional: Melatih kemampuan anak untuk saling memaafkan dan berempati.
Membangun Pondasi Masa Depan
Mudjoko berharap pembiasaan-pembiasaan baik ini dapat menjadi pondasi utama bagi karakter siswa di masa depan.
“Dengan sinergi antara guru dan karyawan yang solid melalui Raker ini, SD Muhammadiyah 29 Surabaya diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia” pungkasnya.
Semoga Raker ini mampu merumuskan program-program kerja yang aplikatif dan inovatif guna mencetak generasi Qurani yang siap bersaing di masa depan.





0 Tanggapan
Empty Comments