Suasana studi banding BKMMS ke Masjid Al-Falah Sragen, Ahad (7/7/2024). (Ridwan Manan/PWMU.CO)
PWMU.CO – Badan Kordinasi Masjid Muhammadiyah Sidoarjo (BKMMS) mengadakan studi banding ke Masjid Al-Falah Sragen, Jawa Tengah, pada Ahad (7/7/2024).
Kegiatan ini merupakan program bidang Penelitian dan Pengembangan BKMMS. Sebanyak 50 peserta berangkat dari masjid An Nur jl. Majapahit no. 666 Sidoarjo pukul 00.30 WIB.
Ketua panitia Sugeng Murtadho mengundang wakil ketua PDM Misbach S Ag. M Pd, ketua LPCR PD H Nur Hasan Bashri dan ketua KMM Syaifuddin SPd ikut serta dalam kegiatan ini.
Menambah Khazanah Ilmu
Achmad Haris M Pd ketua BKMMS menjelaskan tujuan studi banding tersebut untuk menambah khazanah ilmu dalam pengelolaan masjid. Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting, Pembinaan Masjid (LPCR PM) juga memaparkan alasannya memilih studi banding ke masjid yang berjuluk 3M (makan, makan dan makan) tersebut.
Menurutnya, Al Falah memiliki banyak kegiatan dan selalu ramai akan jamaah. Ia juga berharap agar program-program masjid Al Falah bisa ditiru dan diterapkan masjid-masjid Muhammadiyah di Sidoarjo.
Rombongan sampai di Masjid Al-Falah pk.04.12. Di waktu bersamaan datang rombongan tamu dengan tujuan yang sama dari Banjarnegara dan Riau. Setelah jamaah shalat Subuh, acara bersambung dengan tartil Quran oleh ustadz Muhammad Luthfi Afandi, Imam tetap masjid Al Falah kelahiran Sragen. Kemudian acara berlanjut dengan kajian Subuh Ceria.
Sesi selanjutnya pemaparan kegiatan Masjid Al-Falah, masjid percontohan nasional.
Ustadz luthfi menyampaikan permohonan maaf salamnya karena ketua takmir ust Kusnadi Ikhwani tidak dapat hadir karena bertugas di Tuban.
Rubah Image Masjid
“Kegiatan di Masjid Al Falah yang padat dan dihadiri jamaah yang banyak tidak hanya Ahad pagi ini saja” sambut ustadz Luthfi. “Setiap hari banyak jamaah yang datang di masjid ini” sambungnya.
Dia kemudian memberikan sejumlah tips dalam mengelola masjid. “Dulu masjid Al Falah ini sepi dan kotor, perolehan infaknya sedikit” paparnya.
“Sekarang masjid ini makmur, perolehan infak banyak, makan minum selalu ada, disiapkan tempat tidur bagi musyafir, free Wi Fi dan pengajian rutin Ahad pagi serasa tabligh akbar ” tambahnya.
“Para takmir harus merubah masjid dengan image yang baik dengan memberikan layanan dan fasilitas terbaik sehingga jamaah semakin betah di masjid” tuturnya. Sebelum berakhir, acara berlanjut dengan sesi tanya jawab.
Setelah selesai pemamaparan jamaah dijamu sarapan pagi lesehan dengan penuh keramahan dan kekeluargaan
Penulis Ridwan Manan, Editor Danar Trivasya Fikri





0 Tanggapan
Empty Comments