Guru-guru mata pelajaran diniyah SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) mengikuti pelatihan sertifikasi Ummi yang digelar mulai Sabtu (13/12/2025) dan berlanjut pada 20–21 Desember 2025. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Ummi Foundation ini bertempat di Aula SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi).
Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran Al-Qur’an dengan menggunakan metode Ummi, yang menekankan kemudahan, kemenyenangkan, dan kedalaman pemahaman bagi peserta didik.
Mata pelajaran diniyah telah diterapkan di Smamda Sidoarjo sejak 2021 dengan fokus pada pembelajaran Al-Qur’an, khususnya tahsin dan tahfiz. Pada tahun ini, Smamda Sidoarjo memiliki visi besar untuk memberantas buta huruf Al-Qur’an di kalangan peserta didik.
“Semua lulusan Smamda Sidoarjo kami upayakan mampu membaca Al-Qur’an. Oleh karena itu, kami terus meningkatkan mutu pembelajaran diniyah, salah satunya melalui sertifikasi Ummi bagi para guru,” ujar Fuad Syukri Zaen, Wakil Kepala Sekolah bidang ISMUBA Smamda Sidoarjo.
Sebelum mengikuti tahapan sertifikasi, para guru diniyah Smamda juga telah mengikuti program tashih dan tahsin Al-Qur’an yang diselenggarakan selama dua bulan. Tahapan ini bertujuan untuk memastikan kualitas bacaan Al-Qur’an para guru sebelum mendalami metode pembelajaran Ummi.
Sertifikasi yang berlangsung selama tiga hari tersebut diampu oleh para ustaz dari Ummi Foundation dan diikuti oleh 40 peserta. Dari jumlah tersebut, tujuh orang merupakan guru diniyah Smamda Sidoarjo. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, termasuk praktik microteaching dengan metode Ummi.
“Sesuai slogannya, metode Ummi itu mudah, menyenangkan, dan menyentuh hati,” tutur Ustazah Safinah Zahroh, salah satu peserta sertifikasi sekaligus guru diniyah Smamda Sidoarjo.
Melalui kegiatan ini, Smamda Sidoarjo berharap kualitas pembelajaran Al-Qur’an semakin meningkat dan visi mencetak lulusan yang melek Al-Qur’an dapat terwujud secara optimal. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments