Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tips Hidup Bahagia di Muhammadiyah pada Pengajian Ahad Pagi

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Hadirin dengan serius mendengarkan pengajian (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pengajian Ahad Pagi yang digelar di Masjid At-Taqwa, Perguruan Muhammadiyah Giri, Kebomas, Gresik, dihadiri sekitar 150 jamaah, Ahad (18/5/2025).

Sejak pukul 06.00 WIB, peserta mulai berdatangan. Mereka tidak hanya berasal dari warga Muhammadiyah Giri, tetapi juga dari luar Kebomas, bahkan ada rombongan dari berbagai daerah di Kabupaten Gresik.

Kehadiran mereka bertujuan untuk menyimak tausiah yang disampaikan oleh Prof Dr Thohir Luth MA. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci al-Quran oleh Najma Raida Harimurti, siswi SMP Muhammadiyah 4 Giri (SPEMUPAT) Kebomas.

Dalam tausiahnya, Prof Thohir menyampaikan bahwa berjihad di jalan Allah adalah bagian dari perjuangan untuk kemasyarakatan. Gerakan Islam, termasuk Muhammadiyah, merupakan wadah bagi para pejuang di jalan Allah.

“Mereka yang berjihad akan dikaruniai husnul khatimah dan kedudukan yang mulia di sisi Allah,” ujarnya.

Ia menyampaikan dua konsep penting dalam meraih kemuliaan, yaitu hijrah dan jihad.

“Berjihad di jalan Allah artinya menanam saham sosial. Kaya menurut Rasulullah bukan sekadar materi, melainkan kaya jasa dan amal kebaikan,” tegas Prof Thohir.

Gerakan Muhammadiyah, lanjutnya, membawa kemuliaan karena berorientasi pada kemanfaatan. Kebaikan yang ditanam akan dirasakan tidak hanya oleh warga Muhammadiyah, tetapi oleh semua lapisan masyarakat.

“Muhammadiyah dan ’Aisyiyah secara spiritual membawa nama baik Islam. Jadilah kiai Muhammadiyah yang berkemajuan. Jangan pernah merasa kesal saat bekerja di Muhammadiyah,” pesannya.

Ia juga menegaskan pentingnya prinsip kolektif kolegial dalam mengurus umat. Setiap keputusan organisasi harus diambil melalui musyawarah bersama.

“Menjadi pengurus Muhammadiyah adalah bentuk jihad. Maka, jangan merasa tidak perlu terlibat dalam amal usaha Muhammadiyah. Prinsip seperti itu salah dan tidak layak ditiru,” tandasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Prof Thohir mencontohkan Khadijah, istri Rasulullah, yang seorang wanita kaya raya namun tetap berjuang untuk agama dan umat. “Hartanya menjadi berkah karena digunakan untuk perjuangan. Hidup ini tidak cukup hanya untuk diri sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, kata “hijrah” memiliki makna penting untuk meraih kemuliaan. “Berbuat baik dan berbagi untuk sesama adalah bentuk nyata dari hijrah dan jihad.”

Ia mengutip Surah at-Taubah ayat 20, yang menegaskan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berjihad dan berhijrah di jalan-Nya.

“Berjuang di jalan Allah memiliki manfaat spiritual dan sosial. Buah dari perjuangan ini bisa dirasakan oleh semua kalangan, bukan hanya warga Muhammadiyah,” kata Prof Thohir.

Ia menegaskan, “Tidak ada kebahagiaan sejati selain menjadi orang yang berjuang di jalan Allah. Derajatnya akan ditinggikan dan insyaallah mendapat husnul khatimah.”

Menutup tausiahnya, ia mengutip Surah an-Nisa ayat 100, yang menyebut bahwa kematian dalam keadaan mulia memiliki tiga kunci: beriman, berjihad, dan bersosial.

Pengajian Ahad Pagi ini ditutup dengan doa bersama. Seluruh peserta kemudian disuguhi sarapan dan menerima pembagian sayuran segar, tempe, dan tahu secara gratis dari takmir Masjid At-Taqwa, Perguruan Muhammadiyah Giri, Kebomas, Gresik.

Penulis Erna Hamidah Editor ‘Aalimah Qurrata A’yun

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu