Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tony Firmansyah, Aset Muhammadiyah Capai Rp 462 Triliun

Iklan Landscape Smamda
Tony Firmansyah, Aset Muhammadiyah Capai Rp 462 Triliun
Tony Firmansyah nomor dua dari kanan bersama PWM Jatim. (Zulkifli/PWMU.CO)
pwmu.co -

Ketua Lembaga Pengembangan UMKM PP Muhammadiyah Apt. Tony Firmansyah mengungkap fakta mengejutkan tentang kekuatan aset Muhammadiyah yang kini mencapai Rp462 triliun. Nilai itu menegaskan posisi Persyarikatan sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di dunia.

“Kalau berbicara angka Rp462 triliun, ini bukan angka kecil. Orang terkaya nomor satu di Indonesia pun asetnya tidak sampai 462 triliun,” ujarnya dalam sambutan Tabligh Akbar Gerakan Jihad Ekonomi Muhammadiyah yang diselenggarakan LP-UMKM PWM Jawa Timur di Tulangan, Ahad (26/10/2025).

Tony menambahkan, jika valuasi aset Muhammadiyah dikalikan sepuluh, nilainya bisa mencapai Rp4.500 triliun.

“Bahkan kalau digabungkan kekayaan sembilan naga ekonomi Indonesia, belum cukup untuk menyamai satu Muhammadiyah,” tegas pengusaha asal Pesisir Selatan, Sumatra Barat itu.

Jadi Sorotan Pasar Nasional

Kekuatan jumlah warga, amal usaha, dan jaringan sosial Muhammadiyah kini dianggap sebagai “pasar besar” yang dilirik banyak korporasi nasional. Tony menyebut beberapa waktu terakhir sejumlah konglomerasi besar datang menjalin komunikasi.

“Saya bertemu pihak Salim Group, mereka menawarkan kerja sama. Demikian juga Indomaret dan Alfamart. Kenapa? Karena mereka melihat Muhammadiyah sebagai pasar,” ungkap owner SR 12 Skincare itu.

Namun Toni mengingatkan, Muhammadiyah tidak boleh hanya menjadi pasar pembeli. “Harus lahir produk dari Muhammadiyah untuk Muhammadiyah dan dari Muhammadiyah untuk umat,” ujarnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

IT-MU dan AC-MU disebutnya akan menjadi episentrum lahirnya saudagar Muhammadiyah masa depan.

Produk Kompetitif, Masuk Pasar Nasional

Ia menegaskan produk yang lahir dari Muhammadiyah harus menembus standar kompetisi.

“Bukan sekadar label Muhammadiyah. Harganya harus bersaing, kualitasnya harus bisa lawan kompetitor. Dari internal Muhammadiyah dulu sebagai batu loncatan, lalu masuk ke pasar luas,” terangnya.

Toni berharap pada Muktamar Muhammadiyah 2027 di Sumatera Utara, gerakan ekonomi ini sudah massif dan terstruktur. “Insya Allah sepuluh sampai dua puluh tahun ke depan akan lahir pengusaha besar dari rahim Muhammadiyah. Itu doa dan jihad ekonomi kita bersama,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu