Training of Trainers (TOT) Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan resmi ditutup oleh Wakil Ketua PDM Lamongan, Fathurrahim Syuhadi, Ahad (9/11/2025) siang di Graha Umsida Trawas, Mojokerto.
Dalam sambutannya, Fathurrahim menyampaikan apresiasi atas kelancaran dan kesuksesan kegiatan yang telah berlangsung selama dua hari tersebut.
“Kegiatan ini kami apresiasi atas nama PDM Lamongan. Alhamdulillah berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.
Tidak Berhenti di TOT
Penulis Sejarah Muhammadiyah Lamongan ini menegaskan bahwa kegiatan TOT MPKSDI bukan sekadar pelatihan semata, melainkan bagian dari upaya sistematis untuk memperkuat kultur perkaderan di lingkungan Muhammadiyah Lamongan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini jangan berhenti di sini, tapi ditindaklanjuti dengan rekomendasi yang telah disampaikan selama kegiatan ini,” pesannya.
Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu digarap oleh MPKSDI, baik dalam bentuk aksi nyata di lapangan maupun pengembangan naskah akademik untuk memperkuat dasar konseptual perkaderan Muhammadiyah di Lamongan.
“Banyak rekomendasi dari forum ini yang perlu disikapi dan ditindaklanjuti. Itu semua bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan budaya perkaderan yang kuat,” tambahnya.
Menuju Budaya Perkaderan di AUM 2026
Salah satu fokus utama yang disampaikan Fathurrahim adalah tekad PDM Lamongan untuk menjadikan tahun 2026 sebagai momentum terwujudnya budaya perkaderan di seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
“Bagaimana menjadikan AUM 2026 benar-benar memiliki budaya perkaderan yang hidup, itu membutuhkan komitmen bersama,” tegasnya.
Ketua Kwarwil HW Jatim ini juga menekankan pentingnya menjadikan forum TOT sebagai wahana peningkatan kapasitas diri dan keilmuan bagi setiap kader dan instruktur Muhammadiyah.
“Kewajiban seorang instruktur adalah terus meningkatkan kapasitas diri agar tidak tertinggal. TOT ini forum belajar bersama,” ujarnya.
Fathurrahim berharap seluruh Majelis dan Ortom di lingkungan Muhammadiyah Lamongan dapat menindaklanjuti hasil-hasil TOT dengan langkah-langkah konkret yang terkoordinasi.
“Mari bersinergi membangun kebersamaan, saling melengkapi, dan memperkuat koordinasi antara MPKSDI, majelis, dan ortom,” ajaknya.
Dengan gaya khasnya yang ringan namun inspiratif, ia menambahkan, “Rasanya beban kita bertambah setelah mengikuti TOT ini, tapi itu hanya perasaan. Kalau kita lakukan bersama-sama, justru akan terasa menyenangkan.”
Menariknya, Fathurrahim juga menyinggung bahwa TOT kali ini tidak hanya berfokus pada aspek perkaderan, tetapi juga diharapkan menjadi jembatan menuju penguatan kapasitas jurnalistik kader Muhammadiyah.
“Kesempatan ini bukan hanya TOT perkaderan, tapi juga TOT jurnalistik. InsyaAllah akan bermanfaat untuk gerakan kita ke depan,” katanya.
Ke depan, MPKSDI PDM Lamongan diharapkan segera menyusun konsep perkaderan 2026, khususnya di lingkungan sekolah-sekolah Muhammadiyah. Selain itu, Fathurrahim juga mendorong agar Ideopolitor dilaksanakan secara rutin setiap bulan sebagai forum pembinaan ideologis kader Muhammadiyah Lamongan.
Menutup sambutannya, Fathurrahim mengumumkan bahwa dalam rangka Milad ke-113 Muhammadiyah, PDM Lamongan akan menggelar peringatan yang melibatkan seluruh majelis dan ortom.
“Kami berharap setiap ortom segera menyiapkan kegiatan untuk menyemarakkan Milad Muhammadiyah. Ini menjadi momentum kebersamaan kita dalam dakwah dan perkaderan,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments