Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tradisi Ramadan Anak-anak di UEA dan Lentera Fanous di Mesir

Iklan Landscape Smamda
Tradisi Ramadan Anak-anak di UEA dan Lentera Fanous di Mesir
Tradisi Ramadan Anak-anak di UEA dan Lentera Fanous di Mesir, Foto: Istimewa (euronews)
pwmu.co -

Ramadan bukan hanya momentum spiritual bagi orang dewasa, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak di berbagai negara, termasuk di Uni Emirat Arab (UEA) dan Mesir.

Dikutip dari euronews bahwa di negara multikultural seperti UEA, anak-anak dari beragam latar belakang budaya ikut merasakan suasana Ramadan.

Sementara itu di Kairo, Mesir, tradisi lentera warna-warni atau fawanees kembali menerangi jalanan sebagai simbol kegembiraan menyambut bulan suci.

Anak-anak Belajar Makna Ramadan di UEA

Selama Ramadan, umat Islam yang berjumlah lebih dari seperempat populasi dunia menjalankan ibadah puasa dari fajar hingga matahari terbenam.

Ibadah ini bertujuan menumbuhkan empati kepada mereka yang kurang beruntung serta menjadi waktu refleksi atas berbagai nikmat kehidupan.

Di UEA, anak-anak mulai belajar berpuasa sejak usia sekitar tujuh tahun. Mereka mengenal tradisi Ramadan melalui permainan dan ritual yang dikenal sebagai Hag Al Laila.

Dalam tradisi ini, anak-anak mendatangi rumah tetangga untuk meminta permen dan kacang-kacangan sambil menyanyikan lagu bernada, “Give to us, and God will give to you.”

Dengan mengenakan pakaian warna-warni cerah, mereka berkeliling dari rumah ke rumah. Tradisi ini mengajarkan nilai berbagi dan mempererat hubungan sosial antarwarga.

Di beberapa negara Teluk, perayaan ini digelar di pertengahan Ramadan sebagai bentuk apresiasi bagi anak-anak yang baru pertama kali berpuasa. Namun di UEA, Hag Al Laila biasanya dilaksanakan dua pekan sebelum Ramadan dimulai.

Sekolah Multinasional Kenalkan Nilai Ramadan

Menariknya, bukan hanya anak-anak Muslim yang mempelajari makna Ramadan di UEA. Dengan hampir 90 persen penduduknya merupakan ekspatriat, sekolah-sekolah di sana turut mengenalkan nilai-nilai Ramadan kepada siswa dari berbagai latar belakang.

Dalam kegiatan “Arabic Week” di American Community School of Abu Dhabi, siswa dari lebih dari 60 negara mempelajari budaya negara Teluk serta rukun Islam. Banyak siswa yang kemudian membandingkan Ramadan dengan festival budaya di negara asal mereka.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Foto: Istimewa (euronews)

Konselor sekolah dasar, Valerie Anderson, mengatakan bahwa para siswa melihat Ramadan sebagai momen berbagi kepada kaum miskin, bukan sekadar ritual keagamaan.

Fawanees, Lentera Ikonik Ramadan di Mesir

Sementara itu di Kairo, suasana Ramadan semakin semarak dengan hadirnya fawanees, lentera tradisional berwarna-warni yang menjadi simbol khas bulan suci di Mesir.

Tradisi ini telah berlangsung hampir seribu tahun. Konon, lentera pertama digunakan untuk menerangi jalanan kota saat seorang penguasa baru tiba pada malam Ramadan yang gelap. Sejak saat itu, fanous menjadi simbol perayaan dan kebahagiaan Ramadan.

Dulu, lentera dibuat dari bahan tembaga. Namun karena harga material yang semakin mahal, para perajin kini banyak menggunakan bahan timah ringan dan kaca berwarna.

Nasser Mostapha, perajin fanous selama 40 tahun, mengatakan bahwa pembeli tetap lebih menyukai lentera buatan tangan dibandingkan produk impor murah. “Tantangan kami adalah mahalnya bahan baku, bukan produk China,” ujarnya.

Bagi warga seperti Ahmed Mahfouz, fanous memiliki makna emosional mendalam. Ia bahkan rela menempuh perjalanan lebih dari 60 kilometer demi mendapatkan lentera yang dianggap sempurna.

“Ketika melihat fanous, saya merasa harus membelinya. Ini sudah menjadi bagian dari warisan kami,” katanya.

Dekorasi Ramadan Semakin Kreatif

Di berbagai negara, termasuk Lebanon dan kawasan Teluk, dekorasi Ramadan juga semakin berkembang. Lampu-lampu balkon, ornamen bulan sabit, dan lentera modern menghiasi rumah-rumah sebagai bentuk kegembiraan menyambut bulan suci.

Foto: Istimewa (euronews)

Meski zaman berubah, nilai utama Ramadan tetap sama: memperkuat keimanan, menumbuhkan empati, dan menjaga kebersamaan dalam masyarakat.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu