Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Masyarakat kembali menghadirkan pelatihan inovatif.
Pelatihan kali ini membawakan tema Transformasi Desain Pembelajaran Berbasis Deep Learning: Integrasi Kearifan Lokal dan Teknologi Digital.
Kegiatan ini berlangsung selama enam pertemuan, sejak bulan September hingga 3 Oktober 2025, bertempat di Aula SMP Muhammadiyah 4 Kota Malang.
Pelatihan yang diikuti oleh 20 guru ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mendesain pembelajaran berbasis deep learning yang terintegrasi dengan kearifan lokal dan teknologi digital.
Para peserta dibimbing untuk mengembangkan rancangan pembelajaran yang menyeluruh, mulai dari aspek tujuan, metode, media, hingga evaluasi digital, sehingga mampu menghadirkan proses belajar yang lebih interaktif, reflektif, dan berpusat pada peserta didik.
“Pembelajaran deep learning bukan sekadar mengajarkan pengetahuan, tetapi mengajak siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan mampu mengaitkan konsep dengan realitas kehidupan. Melalui integrasi teknologi, media digital, dan kearifan lokal, guru dapat menciptakan pembelajaran yang relevan dengan zaman sekaligus berakar pada budaya,” jelas Zulfikar Yusuf, Ketua Tim Pengabdian sekaligus dosen Universitas Muhammadiyah Malang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian BIMA Kemdiktisaintek Tahun 2025, yang difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMM. Tim pelaksana terdiri atas tiga dosen UMM: Zulfikar Yusuf sebagai ketua, Fahrudin Mukhlis sebagai anggota I, dan Yufiz Azhar sebagai anggota II.
Kepala SMP Muhammadiyah 4 Malang, Sahran, menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan ini.
“Guru-guru kami mendapatkan pengalaman baru dalam mendesain pembelajaran dengan pendekatan deep learning dan pemanfaatan teknologi digital. Ini sangat membantu untuk meningkatkan kualitas proses belajar di sekolah kami,” ujarnya.
Melalui program ini, para guru diharapkan mampu menjadi pelopor transformasi pembelajaran di era digital. Perpaduan antara teknologi, metode modern, media interaktif, evaluasi digital, dan kearifan lokal akan melahirkan pembelajaran yang efektif. Pembelajaran tersebut juga bermakna bagi pengembangan karakter dan potensi peserta didik.





0 Tanggapan
Empty Comments