Suasana Ramadan di SD Aisyiyah Kamila Kota Malang tahun ini terasa jauh lebih semarak dan bermakna.
Madrasah yang terkenal dengan penguatan karakternya ini sukses menggelar Pesantren Kilat Ceria atau yang populer dengan sebutan TRENKITA.
Berlangsung pada 12–13 Maret 2026, agenda ini menjadi puncak rangkaian kegiatan sekolah di bulan Ramadan sekaligus wadah pembentukan karakter bagi seluruh siswa, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.
TRENKITA bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah transformasi ruang kelas menjadi miniatur pondok pesantren.
Selama dua hari, para siswa mencicipi ritme kehidupan santri yang disiplin dan penuh zikir.
Dimulai dari sahur bersama hingga istirahat malam, mereka larut dalam rangkaian ibadah yang padat: salat Subuh berjamaah, tadarus Al-Qur’an kolektif, senam pagi, hingga penguatan materi keislaman melalui kultum.
Tidak berhenti pada kesalehan ritual, siswa juga melatih kesalehan sosial melalui bakti sosial, pembagian takjil, hingga simulasi menjadi amil zakat.
Strategi pelaksanaan TRENKITA dibagi menjadi dua skema besar.

Siswa kelas bawah (kelas 1–3) mengikuti kegiatan hingga waktu berbuka puasa, sementara siswa kelas atas (kelas 4–6) mendapatkan tantangan lebih besar dengan menginap di sekolah.
Melalui pola menginap ini, kemandirian siswa benar-benar diuji. Mereka belajar mengelola waktu, merapikan perlengkapan pribadi, dan menjalin ukhuwah tanpa pendampingan orang tua.
Sisi menarik dari TRENKITA tahun ini adalah kolaborasi lintas organisasi.
Tak hanya fokus pada tekstual agama, kreativitas siswa juga dipantik melalui pembuatan kerajinan pom-pom dari benang wol.
Mentor pada kegiatan ini langsung oleh kader Nasyiatul Aisyiyah Lowokwaru serta para alumni.
Keberhasilan TRENKITA tak lepas dari peran serta wali murid.
Dukungan logistik yang luar biasa dari orang tua menjadi bahan bakar utama kelancaran acara.
Azka Faradis, siswa kelas 5 yang bercita-cita menjadi anggota TNI AD, mengaku sangat terkesan.
“Rasanya seperti menjadi santri sungguhan. Saya belajar disiplin, mandiri, dan merasakan serunya menginap bersama teman-teman,” ujarnya penuh semangat.
Humas SD Aisyiyah Kamila, Umam Rojiin, S.Pt., menegaskan bahwa TRENKITA didesain untuk memberikan pengalaman nyata dalam praktik keilmuan agama.
“Program ini adalah perwujudan visi sekolah untuk mencetak kader intelektual sekaligus mubaligh Muhammadiyah yang tangguh di masa depan,” tegasnya.
Sebagai penutup, panitia memberikan apresiasi khusus kepada peserta terbaik.
Penghargaan ini diberikan kepada siswa yang menunjukkan disiplin tinggi, keaktifan dalam diskusi, serta mampu menjadi teladan bagi rekan sejawatnya selama kegiatan berlangsung.
Melalui TRENKITA, SD Aisyiyah Kamila tidak hanya mengisi waktu libur, tetapi sedang menanam benih-benih kepemimpinan yang berakar kuat pada nilai-nilai profetik.***






0 Tanggapan
Empty Comments