Kelompok Bermain (KB) Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 38 Driyorejo menggelar kegiatan bermain bertema binatang darat dengan fokus pada pembuatan kandang ayam, Kamis (23/10/2025). Kegiatan dilakukan sebagai bagian dari pembelajaran tematik yang bertujuan mengembangkan kreativitas serta kemampuan sosial dan motorik siswa.
Tepat pukul 07.00 WIB, bel sekolah berbunyi. Guru Vindy Meirindayani mengajak siswa membentuk lingkaran dan melakukan senam gemari di halaman sekolah untuk menumbuhkan semangat sebelum memulai aktivitas belajar.
Setelah itu, siswa berbaris rapi masuk ke kelas sambil melakukan tos bergantian bersama Indah Ayu Ratih, A.Md.KKK., sebagai bentuk penyambutan penuh kehangatan.
Pembelajaran dimulai dengan circle time yang diawali ice breaking, kemudian berdoa bersama. Guru menjelaskan aktivitas yang akan dilakukan hari itu, diiringi sesi tanya jawab seputar binatang darat. Ketika Indah Ayu Ratih bertanya, “Siapa yang tahu binatang yang hidup di darat?” siswa pun antusias menjawab.
“Sapi, Bu!” ujar Myesha.
“Kelinci Bu Guru,” sahut Kiara.
“Ayam, Bu,” tambah Shanum.
“Iya, betul sekali. Binatang yang hidup di darat itu banyak, ada sapi, kelinci, ayam, kambing, kuda, monyet dan masih banyak lagi. Tapi hari ini kita akan belajar tentang ayam,” jelas Indah Ayu Ratih.
Pembelajaran Tematik
Kegiatan pertama adalah kolase menempel cangkang telur ayam pada gambar sketsa ayam menetas. “Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesabaran dan ketelitian siswa dalam menyelesaikan tugas,” terang Renata Nurmawati, S.Pd., selaku pendamping kegiatan.
Selanjutnya, siswa dibebaskan berkreasi membuat kandang ayam menggunakan berbagai bentuk balok kayu, seperti segitiga, persegi, persegi panjang, hingga setengah lingkaran. Mereka menyusun balok sesuai imajinasi masing-masing hingga berbentuk kandang yang memiliki pintu dan tempat tidur ayam. Terlihat Kiara dan Shanum berkolaborasi membangun kandang ayam yang lebih luas.
“Bu Guru lihat kandangku, ini ada atapnya juga. Ayamnya dua, sedang tidur di dalam kandang,” ujar Shanum ceria.
Sebelumnya, orang tua telah dihimbau membawa botol plastik kosong sebagai media berdirinya gambar ayam yang ditempel, sehingga bisa digunakan bermain peran. Melalui kegiatan ini, siswa diasah kreativitas, imajinasi, kemampuan bahasa, serta perkembangan sosial emosionalnya.
Suasana kelas semakin seru ketika anak-anak mulai bermain peran sebagai ayam.
“Ayo ayam keluar dari kandang, kita cari ibu ayam. Ibu…, di mana?” seru Fatih penuh ekspresi. “Petok petok petok… ayam aku keluar cari makan dulu,” ucap Orca menirukan suara ayam.
Melihat keseruan yang dirasakan, Shanum pun berharap, “Seru sekali! Besok kita main ini lagi ya, Bu Guru.”
Kegiatan yang penuh keceriaan dan pembelajaran bermakna ini menjadi pengalaman baru bagi siswa dalam mengenal binatang darat sekaligus mengembangkan kemampuan bermain peran mereka. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments