Rasa syukur dan kebanggaan mewarnai Yudisium ke-48 (XLVIII) Sarjana Strata Satu (S-1) Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) pada Kamis (13/2/2026).
Dalam momen penuh haru itu, Adi Setyawan, mahasiswa Program Studi Agribisnis, resmi dinobatkan sebagai lulusan terbaik setelah menyelesaikan studi dalam waktu 3,5 tahun dengan raihan IPK 3,97. Prestasi tersebut bukan sekadar angka, tetapi bukti dari proses panjang, kerja keras, dan konsistensi yang dijalani Adi sejak awal masa kuliah.
Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Farikhah, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa yudisium merupakan puncak perjalanan akademik mahasiswa. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tanggung jawab sebenarnya sebagai sarjana justru dimulai setelah memperoleh Surat Keterangan Lulus (SKL).
“Yudisium adalah puncak dari proses panjang yang telah dilalui. Tetapi setelah SKL di tangan, tanggung jawab baru justru dimulai. Lulusan harus mandiri dan mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa gelar Sarjana Pertanian sejatinya adalah simbol keahlian yang harus dibuktikan melalui karya dan kontribusi nyata.
BioBrix, Ikhtiar Inovasi Anak Muda
Sejak menjadi mahasiswa baru, Adi dikenal aktif dan berani keluar dari zona nyaman. Ia konsisten mengikuti berbagai kompetisi di tingkat regional hingga nasional, di antaranya Top 10 Ajang Kompetisi Ide Bisnis Pertamuda Seed and Scale 2025 kategori Energy Founder subkategori Energy Future, Juara III Gresik Innovation Competition 2025, serta Kelompok Terbaik Kategori Sociopreneur dalam Program Kompetisi Proyek Sosial PF Muda 2024.
Di balik capaian tersebut, terdapat inovasi bernama BioBrix—briket biomassa berbahan limbah kepuh yang ia kembangkan sebagai energi alternatif ramah lingkungan sekaligus upaya meningkatkan nilai ekonomi limbah pertanian.
Keseriusannya dalam inovasi ini diwujudkan melalui tugas akhir berjudul “Prospektif Pengembangan Usaha BioBrix (Briket Biomasa) dalam Meningkatkan Nilai Ekonomi Limbah Kepuh dengan Dukungan Teknologi Jamur di Kabupaten Gresik.” Adi bahkan bertekad melanjutkan BioBrix sebagai usaha riil pasca kelulusan.
“Pertanian hari ini bukan hanya soal produksi, tetapi juga inovasi dan keberlanjutan. Ilmu yang dipelajari harus bisa dihilirkan menjadi solusi nyata,” ungkapnya.
Selain akademik dan wirausaha, Adi juga aktif di olahraga. Ia berhasil menyumbangkan medali perunggu pada Kejuaraan Hockey Outdoor Putra Pra Kualifikasi PORPROV Piala Wali Kota Malang VIII Antar Daerah se-Jawa Timur 2023 serta PORPROV 2022.
Tumbuh Bersama Para Mentor
Perjalanan Adi tidak ditempuh sendirian. Sejak awal kuliah, ia mendapat pendampingan dari dua mentor yang berperan besar dalam proses bertumbuhnya.
Achmad Djazuli, S.P., M.MA., dosen senior Prodi Agribisnis, membimbingnya secara akademik sekaligus mendorongnya aktif berkompetisi sejak semester awal. Ia memberikan dorongan agar Adi berani tampil, menguji ide, dan percaya diri di tingkat nasional.
Sementara itu, Afakhrul Masub Bakhtiar, S.Pd., M.Pd., Kepala Biro Pengembangan Prestasi Mahasiswa UMG, mengarahkan strategi Adi mulai dari pemilihan kompetisi, penyusunan proposal, hingga kesiapan mental menghadapi persaingan.
Sinergi antara mahasiswa dan para mentor ini menjadikan setiap kompetisi bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan.
Representasi Mahasiswa Agribisnis yang Berdaya Saing
Ketua Program Studi Agribisnis, Resya Nurdyawati, S.P., M.P., turut memberikan apresiasi. Menurutnya, Adi adalah cerminan mahasiswa Agribisnis yang mampu menggabungkan ilmu, kreativitas, dan keberanian berinovasi.
“BioBrix lahir dari proses pembelajaran yang serius dan pendampingan berkelanjutan. Di Agribisnis UMG, mahasiswa tidak hanya diberi teori, tetapi juga didorong untuk peka terhadap potensi lokal, membaca peluang, dan berani berkompetisi. Kami bangga karena Adi membuktikan bahwa mahasiswa Agribisnis mampu menjadi inovator sekaligus entrepreneur muda yang berdampak,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Prodi Agribisnis UMG terus berkomitmen menghadirkan lingkungan belajar yang kolaboratif dan adaptif terhadap perkembangan pertanian modern.
Inspirasi Kebermanfaatan
Sebagai penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP), Adi membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk meraih prestasi. Dalam sambutannya, ia mengibaratkan perjalanan hidup seperti tanaman yang tumbuh dari tanah, berakar kuat, lalu berbuah untuk memberi manfaat.
Kisah Adi Setyawan menjadi inspirasi bahwa Universitas Muhammadiyah Gresik bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi ruang pembentukan karakter, inovasi, dan kebermanfaatan. Langkah yang ia tempuh hari ini menjadi awal dari kontribusi di sektor pertanian dan energi terbarukan demi masyarakat dan bangsa. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments