PWMU.CO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menjalankan program pengabdian masyarakat di Desa Pongangan Krajan, RT 06 RW 01, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, (26/7/2025). Program yang dilaksanakan pada akhir Juli ini mengusung tema “Daur Ulang Limbah Rumah Tangga Menjadi Kompos dan Eco-Enzyme”, dengan tujuan meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa memberikan pelatihan kepada warga mengenai cara pengolahan sampah organik menjadi kompos, seperti dari sisa sayuran, kulit buah, dan daun kering. Kompos ini dapat digunakan sebagai pupuk alami untuk menyuburkan tanaman, terutama di lingkungan pekarangan rumah.
Selain itu, tim KKN juga memperkenalkan eco-enzyme, yaitu cairan multifungsi hasil fermentasi limbah dapur seperti kulit buah dan sayuran yang dicampur dengan gula merah. Eco-enzyme memiliki berbagai manfaat, seperti cairan pembersih alami, pupuk cair, pestisida organik, serta pengurai dalam proses pembuatan kompos.
Limbah Rumah Tangga
Menariknya, botol plastik bekas turut dimanfaatkan sebagai wadah fermentasi, sehingga program ini juga mendukung upaya pengurangan limbah plastik.
Koordinator program kerja menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar dapat diterapkan langsung oleh masyarakat di rumah.
“Kami ingin menghadirkan solusi sederhana namun berdampak nyata, agar masyarakat dapat melihat bahwa sampah bukan hanya limbah, tapi juga bisa menjadi sumber manfaat,” ujarnya.
Ketua RT 06, Bapak Ary, mengungkapkan apresiasinya atas kegiatan tersebut.
“Saya mewakili warga sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN UMG. Kegiatan ini sangat positif dan membuka wawasan kami tentang bagaimana sampah bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menginspirasi warga lainnya,” tuturnya.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan, Desa Pongangan Krajan kini selangkah lebih maju dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagi desa lain dalam mengelola sampah rumah tangga secara bijak dan berkelanjutan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments