Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Uji Publik Calon Ketua Umum IMM Surabaya Jadi Ruang Pendidikan Demokrasi Kader

Iklan Landscape Smamda
Uji Publik Calon Ketua Umum IMM Surabaya Jadi Ruang Pendidikan Demokrasi Kader
Opening Speechj Choirul Umam dalam Uji Publik Calon Ketua Umum PC IMM Kota Surabaya (Huda/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pembukaan Uji Publik dan Debat Calon Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Surabaya dalam rangka Musyawarah Cabang (Musycab) ke-XXXVI menjadi ruang refleksi mendalam tentang kepemimpinan, demokrasi, dan etika berorganisasi. Refleksi tersebut disampaikan oleh Choirul Umam, Komisioner KPU Jawa Timur, dalam opening speech yang digelar Sabtu (17/1/2026) di Aula PDM Kota Surabaya.

Choirul Umam mengawali pidatonya dengan mengenang perjalanan kaderisasinya di IMM Surabaya saat berproses di Fakultas Ilmu Agama dan Dakwah (FIAD) Umsura, sebelum kemudian hijrah ke Malang pada 1996. Ia menegaskan bahwa secara genealogis dirinya merupakan kader IMM Surabaya.

“Secara genealogi, saya adalah kader Surabaya,” tegasnya di hadapan peserta uji publik.

Menurutnya, forum uji publik dan debat calon pemimpin merupakan bagian penting dari pendidikan demokrasi kader. Proses ini, kata Choirul Umam, melatih rasionalitas kader dalam menentukan pilihan serta mencegah demokrasi internal terjebak pada transaksi kepentingan.

“Demokrasi yang sehat tidak boleh dipenuhi praktik jual beli suara. Politik uang bukan hanya persoalan elit, tetapi bisa menjangkiti semua ruang kontestasi, termasuk organisasi mahasiswa,” ujarnya.

Dalam paparannya, Choirul Umam menekankan pentingnya kepemimpinan profetik sebagai fondasi kepemimpinan Islam di masa depan. Ia menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW meletakkan kepemimpinan bukan pada orientasi kekuasaan, melainkan pada karakter dan tanggung jawab moral. Empat nilai utama kepemimpinan profetik, shidiq, amanah, tabligh, dan fathonah dinilai tetap relevan lintas zaman.

Ketua KPU Blitar ini turut mencontohkan nilai shidiq, yakni kejujuran dan integritas, yang bahkan diakui oleh kaum Quraisy meskipun menentang dakwah Nabi. Integritas inilah yang kemudian diuji dalam peristiwa Isra Mikraj, ketika Nabi menyampaikan perjalanan semalam dari Makkah ke Palestina yang sulit diterima nalar manusia pada masa itu.

“Justru di situlah kejujuran seorang pemimpin diuji, ketika ia menyampaikan kebenaran yang tidak populer,” jelasnya.

Nilai berikutnya, amanah, menurut Choirul Umam, hanya dapat diukur melalui ujian kekuasaan dan tanggung jawab. Ia mengutip pemikiran Abraham Lincoln bahwa karakter seseorang akan tampak ketika ia diberi kekuasaan. Tidak sedikit individu yang tampak sederhana di awal, namun berubah ketika memiliki wewenang.

Uji Publik Calon Ketua Umum IMM Surabaya Jadi Ruang Pendidikan Demokrasi Kader (2)
Penyerahan Cinderamata dari PC IMM Kota Surabaya kepada Komisioner KPU Jawa Timur, Choirul Umum (Huda/PWMU.CO)

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya kontrol etis dalam kepemimpinan organisasi maupun politik agar nilai-nilai tidak terdistorsi oleh kepentingan kekuasaan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Selain dimensi etika kepemimpinan, Choirul Umam juga menyoroti tantangan zaman di era Society 5.0. Ia menjelaskan bahwa Society 5.0 hadir sebagai koreksi atas era Industri 4.0, di mana manusia kerap tersisih oleh teknologi akibat masifnya digitalisasi dan internet of things.

“Society 5.0 ingin menyatukan kembali teknologi dengan manusia, menjadikan manusia sebagai subjek yang mengendalikan teknologi,” katanya.

Alumni SD Muhammadiyah 21 Wonokusumo itu juga menegaskan bahwa teknologi pada dasarnya bersifat netral atau amoral sehingga dampaknya sangat bergantung pada siapa yang menggunakannya. Karena itu, manusia dituntut memiliki keterampilan utama, terutama critical thinking dan analytical thinking, agar mampu membaca persoalan politik, sosial, dan kebangsaan secara jernih.

Dalam Society 5.0, setidaknya terdapat sepuluh keterampilan penting yang harus dikuasai. Jika tidak, generasi muda berisiko tertinggal. Oleh sebab itu, kader IMM diminta menentukan standing point sejak dini menentukan arah peran dan kepakaran yang ingin dibangun, baik sebagai aktivis, akademisi, maupun profesional.

Ia juga menyinggung buku The Death of Expertise yang menggambarkan tantangan kepakaran di era kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, kemudahan teknologi justru menuntut sikap kritis agar masyarakat tidak terjebak pada ilusi pengetahuan semu.

Menutup pemaparannya, Choirul Umam menegaskan bahwa kecerdasan saja tidak cukup bagi seorang pemimpin. Nilai tabligh, yakni kemampuan menyampaikan pesan secara jujur dan tidak mendistorsi kebenaran, menjadi kecakapan penting dalam kepemimpinan.

“Jika nilai-nilai ini dijadikan pondasi, IMM akan terus melahirkan kader penerus yang siap mengabdi untuk persyarikatan, umat, dan bangsa,” pungkasnya. (*)

Menjemput Kepemimpinan Baru, IMM Surabaya Gelar Uji Publik Calon Ketua Umum
Dokumentasi Uji Publik & Debat Calon Ketua Umum Musycab XXXVI (Huda/PWMU.CO)
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu