SMA Muhammadiyah 1 Taman menggelar ujian final project pada Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di ruang kelas dengan pembagian lima ruangan yang digunakan secara bersamaan.
Setiap kelompok siswa mempresentasikan karya mereka di hadapan dua penguji, terdiri dari satu penguji eksternal dan satu penguji dari dewan guru.
Beragam karya inovatif ditampilkan dalam ujian tersebut. Salah satu yang menarik perhatian adalah proyek pemanfaatan energi surya sebagai sumber tenaga untuk sistem pengairan hidroponik otomatis. Karya ini dipresentasikan oleh tim yang diketuai Raditya Ananda Pratama Sudiono.
Raditya menjelaskan bahwa sistem yang mereka rancang bekerja secara otomatis dengan memanfaatkan modul sensor basah.
“Kebanyakan orang tidak pakai modul, tapi alat kami sudah menggunakan modul sensor basah supaya penyiraman lebih tepat sesuai kondisi tanaman,” ujarnya.
Sensor tersebut berfungsi mendeteksi kondisi media tanam, sehingga penyiraman dapat berlangsung sesuai kebutuhan tanaman. Menurutnya, kebanyakan sistem serupa masih bekerja secara manual atau belum menggunakan modul sensor seperti yang diterapkan timnya.
Dalam pemaparannya, Raditya juga menjelaskan alur kerja alat secara rinci.
“Panel surya masuk ke controller lalu diarahkan ke aki sebagai tempat penyimpanan energi. Dari situ listrik dialirkan ke modul dan pompa air, sehingga penyiraman bisa berjalan otomatis,” jelasnya.
Energi dari panel surya dialirkan menuju controller, kemudian disimpan terlebih dahulu ke dalam aki sebagai sumber cadangan daya. Setelah itu, listrik disalurkan ke modul sensor dan pompa air. Ketika sensor mendeteksi kondisi tertentu, pompa akan aktif dan mengalirkan air ke instalasi hidroponik secara otomatis.
Tidak hanya untuk instalasi hidroponik, sistem ini juga dirancang agar dapat dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman dalam pot.
“Pemanfaatannya bukan hanya untuk hidroponik, tapi juga bisa dipakai menyiram tanaman yang ditanam di pot,” tambah Raditya.
Dengan demikian, alat memiliki potensi penggunaan yang lebih luas, baik di lingkungan rumah tangga maupun skala pertanian kecil.
Raditya berharap inovasi yang dikembangkan timnya tidak berhenti pada tahap proyek sekolah saja.
“Harapannya produk ini bisa terus dikembangkan dalam skala yang lebih besar agar manfaatnya semakin luas,” ungkapnya.
Ia ingin alat tersebut dapat disempurnakan dan dikembangkan dalam skala yang lebih besar agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat, khususnya dalam mendukung pemanfaatan energi terbarukan di bidang pertanian. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments